Institusi

  • Prev
Mamuju,6/04/2021- Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH, M.Si didampingi Kepala Balitbangtan BPTP Sulawesi Barat Dr.Ir.Nurdiah Husnah, M.Si Bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Mamuju, Perwakilan Balitsereal, Komandan Dandim 1418, Pimpinan Bank Indonesia, Perwakilan Bank Sulselbar, ...
Mamuju, 6/04/2021- BPTP Sulawesi Barat melakukan diseminasi teknologi Balitbangtan melalui pameran mini di Lokasi Tanam Perdana Komoditas Jagung di Desa Topore Kec. Papalang Kab. Mamuju. Beberapa teknologi hasil inovasi Balitbangtan yang diseminasikan di antaranya VUB padi, VUB Jagung dan VUB Kedele. Dan beberapa tanaman SDG diantara loka jonjo, Porang, keladi tikus, dan hasil olahan pasca ...
Mamuju, 01/04/2021- KUR Pertanian merupakan salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia dan membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Salah satu persiapan pelaksanaan acara tanam jagung perdana yaitu pembukaan buku rekening secara kolektif bagi petani calon penerima KUR bertempat di Kantor Desa Topore Kec. Papalang Kab. Mamuju(1/04). ...

Info Teknologi

Friday, 20 March 2020 16:30

Mamuju, 20/03/2020- Salah satu kebutuhan primer dalam pertanian adalah air. Kandungan air dalam jaringan tanaman utamanya sayur-sayuran berkisar antara 70%-90%. Dalam proses fotosisntesis tanaman air merupakan molekul mutlak yang dibutuhkan tanaman. Air didalam tanah juga mempengaruhi aktifitas mikroba tanah dalam...

Monday, 15 March 2021 06:42

Sobat Tani masih sering kesulitan pakan gak nih? utamanya dimusim paceklik atau kemarau.Nah salah satu solusi untuk tetap memenuhi kebutuhan pakan disaat hijauan langkah salah satunya melakukan pengawetan pakan sekaligus meningkatkan nilai gizi pakan itu sendiri. cara ini biasanya dikenal dengan silase, bagi sebagian...

Monday, 26 October 2020 07:38

Mamuju,26/10/2020-Usaha sektor peternakan memiliki prospek yang baik kedepannya, seiring dengan pertambahan penduduk maka permintaan dan konsumsi daging akan terus meningkat. Data statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2018, menunjukkan bahwa konsumsi daging sapi per kapita tahun 2017 sebesar 0,469 kg, atau...

Thursday, 06 February 2014 11:46

Ayam Kampung Unggul Badan Litbang  (KUB) merupakan ayam kampung terseleksi berproduksi tinggi penghasil telur. Ayam KUB memiliki warna bulu beragam, dengan bobot badan mencapai 1200 -1600 gram dengan bobot telur antara 35-45 gram, bertelur pada umur pertama bertelur lebih awal yaitu 175 hari (24-25 mg) dengan puncak...

Tahukah Anda

Wednesday, 20 July 2016 03:59

Khoirin (53) bertindak cepat begitu mengetahui istrinya lemas dan menggigil. Ia bergegas membawa Lusi ke sebuah Rumah Sakit di Bogor. Hasil pemeriksaan dokter dan cek laboratorium menyebutkan, ibu lima anak ini positif Demam Berdarah Dengue (DBD). Kadar keping darahnya (trombosit) hanya 71.000/ul dan memburuk menjadi 34.000/ul sore harinya, padahal kadar normalnya ada di kisaran 200.000-400.000/ul. Tanpa sepengetahuan dokter, dan atas saran keluarga, Khoirin memberikan rebusan daun ubi jalar...

Tuesday, 24 May 2016 01:49

Faktanya, ketergantungan kita terhadap vaksin impor masih tinggi sehingga tidak heran berdampak pada mahalnya biaya yang harus ditanggung peternak, khususnya peternak rakyat. Sehingga pengembangan penelitian formulasi vaksin untuk ternak menjadi tumpuan bagi pemerintah untuk mensubtitusi vaksin-vaksin impor impor tersebut. Vaksin VTEC merupakan salah satu vaksin yang dikembangkan Balai Besar Penelitian Veteriner yang berkantor di kota Bogor. Vaksin ini dikembangkan oleh Prof Dr Drs Supar MS...

Tuesday, 20 November 2018 09:35

Mamuju,20/11/2018- Bertempat di Anjoropitu,Kab. Mamuju Sulawesi Barat, BPTP Balibangtan Sulbar melakukan kegiatan Aplikasi Pupuk NPK Mutiara pada bibit cengkeh varietas Zanzibar Gorontalo . Untuk mempercepat pertumbuhan bibit cengkeh dilakukan aplikasi pupuk NPK Mutiara. NPK Mutiara merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang mengandung unsur hara makro maupun mikro yang sangat diperlukan oleh tanaman. Pemupukan susulan untuk bibit cengkeh dilakukan dengan cara dikocor. Pupuk kocor yaitu...

Menangkal Mafia Cabe

Dalam beberapa pekan terakhir ini kita dibuat terpana. Harga cabai rawit di Sorong, misalnya melonjak mencapai Rp.200.000 per kg. Di Jawa Barat walaupun tak sebesar di Papua, yakni Rp 100.000 per kg namun harga cabai tergolong fantastik.

Bayangkan, cabai yang tergolong mudah dan murah dibudidayakan itu harganya melampaui harga daging sapi. Informasi yang berkembang, melonjaknya harga cabai tersebut akibat permainan segelintir tengkulak yang menguasai pasar.

Begitulah jika mafia beraksi, pasar dibuat tak berdaya. Hampir setiap tahun, kita mengalami hal serupa, berulang-ulang. Terlepas dari masalah tersebut, sebenarnya kita tak perlu risau menghadapi spekulan. Bahkan setiap keluarga secara mandiri bisa menghasilkan cabe dari pekarangan rumah, sekalipun dalam ukuran lahan yang sempit.

Apalagi kita dikaruniai Sang maha Pencipta berupa alam subur dengan iklim yang sangat bersahabat. Kapan pun bisa membudidayakan tanaman. Tak seperti iklim di Eropa dan negara berlintang tinggi.

Saat musim gugur hingga dingin mereka tak bisa membudidayakan tanaman secara alami lantaran terbatasnya faktor suhu  dan sinar matahari. Maklum, tanaman secara alami lantaran terbatasnya faktor suhu dab sinar matahari. Maklum, tanaman budidaya tersebut tak mampu tumbuh dan berkembang secara optimal pada suhu di bawah 0 derajat Celcius.

Tanaman juga akan minim produksi saat matahari tak menampakkan sinarnya. Cahaya surya menjadi faktor utama dalam proses fotosintesis tanaman. Tanpa fotosintesis yang sempurna, tanaman tak mampu menghasilkan panen yang baik.

Kondisi ini sangat berbeda dengan iklim tropis Indonesia. Kapan pun kita bisa membudidayakan cabe karena memang sinar matahari berlimpah, suhu udara yang hangat, dan ketersediaan air yang berkecukupan.

Keunggulan komparatif inilah yang perlu kita manfaatkan dengan memberi sentuhan keunggulan kompetitif mengenai cara dan teknik budidaya cabe yang benar. Di antaranyadimulai dari penyiapan media tanam, benih, perawatan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Perpaduan antara keunggulan komparatif dan kompetitif inilah yang akan menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Jadi, meskipun cabai ditanam di polybag-polybag dilahan sempit, asalkan dibudidayakan dengan cara yang benar, percayalah hasil akan maksimal.

Setidaknya, bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga setiap hari. Jika produksinya berlebih, bisa dijual dan ditukar dengan komoditas pertanian lainnya. Dengan demikian, selain menghemat belanja harian juga mampu mendatangkan penghasilan tambahan.

Geraakan menanam sejuta cabai yang digalakkan Kementerian Pertanian, termasuk di lahan-lahan pekarangan nan sempit merupakan langkah mulia. Apalagi gerakan tersebut diikuti dengan pemberian bibit cabe yang selama ini memang menjadi salah satu kendala bagi pembudidaya.

Bisa dibayangkan tiga bulan setelah sejuta bibit tersebut ditanam. Kita bakaal memanen cabe dalam jumlah berlimpah ruah. kalau gerakan tersebut sukses, bisa jadi masyarakat dapat mandiri dalam mencukupi kebutuhannya.

Lebih dari itu, mafia cabe pun tak sanggup beraksi lagi

 

Sumber: Majalah Sains Indonesia

 

 

AGRINOV TV SULBAR

 

Contact Info

  • E: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Map (Peta Lokasi)
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…