JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mamuju,4/01/2018- Lahan sawah tadah hujan adalah lahan sawah dengan sistem pengairan yang mengandalkan curah hujan, sehingga pada saat musim kemarau terkadang lahan tidak diolah karena air sulit. Namun dengan perkembangannya, pengetahuan dan teknologi lahan tersebut bisa dimanfaatkan pada musim kemarau dengan mengandalkan sumber air dari sungai ataupun menggali sumur untuk dipompa dan dialirkan ke sawah untuk keperluan pengolahan tanah.

Sawah tadah hujan di mamuju adalah 11.107 ha atau sebesar 72.15 % dari total luas sawah yg ada di Kab.Mamuju.

Sawah tadah hujan di Provinsi Sulawesi Barat adalah 27.509 ha atau sebesar 42.94 % dari total luas sawah yang ada di Sulawesi Barat. Dari data tersebut menunjukkan bahwa lahan sawah tadah hujan yang ada di Provinsi ini sebesar 38.96 % berada di Kab.Mamuju.

Diharapkan Sawah Tadah Hujan bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam setahun sehingga bisa menghasilkan 2-3 kali, dengan dukungan pemanfataan pompa air yang sumber airnya bisa dari sungai atau sumur dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi.

Terbukti potensi hasil panen padi oleh poktan mitra tani yang sudah bisa melakukan tanam dan panen 5 kali dalam 2 tahun dengan hasil produksi yang menggembirakan yaitu 7 - 7,5 ton/ha GKP.

Dengan dimulainya masa panen padi pada bulan desember sampai saat ini, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sangat opimis pasokan beras cukup melimpah dan produktivitasnya lebih menggembirakan.(diah/yen)