JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mamuju,26/01/2018- Pemanen kombinasi (combine harvester) adalah mesin yang memanen tanaman serealia. Mesin ini, seperti namanya, merupakan kombinasi dari tiga operasi yang berbeda, yaitu menuai, merontokkan, dan menampi, dijadikan satu rangkaian operasi. Di antara serealia yang dipanen antara lain padi, gandum, oat, rye, barley, jagung, kedelai, dan flax karena ini adalah salah satu penemuan penting di bidang pertanian yang mampu menghemat biaya tenaga kerja dan mengefisiensikan usaha tani.

Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada karung atau tangki penampung gabah sementara.Bagian pemotong dari mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder, bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan.Jerami, setelah perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi.Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter.Enjin yang digunakan bervarias dari 7 hingga 30 hp.Karena jauh lebih berat dari pada binder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full track rubber belt).

Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik.Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemanenan berkisar  2 jam per ha.

Sehingga dalam hal ini Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan alat dan mesin pasca panen sebanyak 163 unit yang dikelola melalui Brigade Alsintan dengan system pinjam kepada kelompok tani yang dibutuhkan salah satu diantaranya adalah combine harvester besar sebanyak 93 unit, combine harvester sedang sebanyak 19 unit, corn sheller sebanyak 40 unit, power thresher multiguna sebanyak enam unit, corn combine sebanyak 5 unit.

Kementerian Pertanian berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi tanaman padi dan palawija di Sulbar dalam rangka meningkatkan produksi pangan daerah.