JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor- Balai Pangkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian. Memiliki peran strategis sebagai jembatan/penghubung kebijakan pertanian pusat dengan Pemerintah Daerah, melalui Permentan Nomor : 19/Permentan/OT.020/52017,tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengkajian Teknologi Pertanian,diberi tambahan Kepercayaan berupa “ Pelaksanaan Bimbingan Teknis Materi Penyuluhan dan Diseminasi hasil Penelitian/ Pengkajian Teknologi spesifik lokasi.

Berdasarkan amanah tersebut Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (BBP2TP) Bogor selaku Induk dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekaligus sebagai Ketua Tim Teknis Pelaksanaan : Bimbingan Teknis Materi Penyuluhan dan Diseminasi Hasil penelitian/pengkajian Teknologi Spesifik lokasi Melaksanakan Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Diseminasi Inovasi Pertanian yang telah berlangsung pada tanggal 21-22 Februari 2017 di Bogor, sebagai wujud gerakan cepat dalam merealisasikan penambahan fungsi BPTP yang akan dilaksanakan mulai tahun 2018 pada kegiatan “Peningkatan Komunikasi, koordinasi dan Diseminasi Hasil Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian” yang didalamnya mencakup lima kegiatan penyuluhan : 1) PeningkatanPenyuluhan BPTP, 2) Singkronisasi Materi Hasil Litkji dan Program Penyuluh Pusat dan Daerah, 3) Temu Teknis Inovas Pertanian, 4) Peningkatan Kapasitas Penyuluh Daerah, 5) KajiTerap Inovasi Pertanian.

Workshop dibuka langsung oleh Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian, dalam sambutan beliau mengatakan Inovasi pertanian agar dapat bermanfaat secara sosial ekonomi maka harus segera di sebarkan kepada petani, dan yang  bertanggung jawab atas penyebaran Informasi adalah Penyuluh. 

Oleh karena itu di Litbang kenapa Peneliti dan Penyuluh harus ditempatkan pada Makom yang sama, karena peneliti sebagai pilar penghasil Pengkaji Inovasi,sedangkan Penyuluh sebagai pilar penerapan inovasi pertanian atau diseminasi Inovasi. Sehingga "Penyuluh tanpa Peneliti Buta, Peneliti Tanpa Penyuluh Lumpuh.Oleh karena itu penyuluh dan peneliti harus duet ditempatkan pada posisi yang sama karena badan Litbang dituntut untuk menghasilkan dan Mengembangkan Inovasi teknologi dan mendiseminasikan secara luas".(wah/yen)