JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Semarang, 5/08/2018- Aplikasi i-Program merupakan suatu instrument penyusunan perencanaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang terus dikembangkan dan disempurnakan mengikuti dinamisasi lingkungan strategis Kementerian Pertanian. Salah satu pengembangan tersebut adalah diintegrasikannya I – Program dengan pelaksanaan evaluasi proposal kegiatan (RPTP dan RDHP) yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi proposal secara online. Oleh karena itu i – Program senantiasa perlu untuk selalu di perbaharui dengan data dan informasi yang lengkap serta akurat. Data tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan pengambilan kebijakan internal Balitbangtan maupun sinergi dengan pihak eksternal Balitbangtan. Sejalan dengan hal tersebut KEMENRISTEK mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan konstribusi riset bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan dan dituangkan dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). Dengan adanya RIRN diharapkan sinergi antara pemangku kepentingan lintas sektoral dalam jangka waktu 2017 – 2045 dapat meningkat.

Oleh karena itu database kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian menjadi penting karena dapat berkonstribusi dalam penentuan prioritas riset khususnya bidang focus kemandirian pangan. Pelaksanaan kegiatan workshop diikuti 160 orang yang dihadiri oleh Kabid Program dan Evaluasi, Kasubid/Kasie Program, dan staf Pusat/Puslitbang/Balai Besar; Kasie Yantek/Koord. Program dan Operator Balai. Workshop tersebut dibuka oleh Sekertaris Badan Litbang Pertanian Bapak Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. Dalam arahannya disampaikan bahwa kegiatan program litbang pertanian harus mengacu pada RIRN, agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan antara lembaga riset. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berbasis output tetapi berbasis outcome. Dalam lingkup kegiatan kerjasama dengan LIPI, Batan, Perguruan Tinggi. Litbang tidak hanya mengembangkan hasil – hasil riset yang dihasilkan di lingkup LITBANG PERTANIAN, tapi harus mengembangkan teknologi yang dihasilkan lembaga-lembaga riset tersebut yang sesuai dengan bidang riset yang diemban.

Selain itu peneliti LITBANG PERTANIAN dapat menjadi dosen diperguruan tinggi dan menggunakan laborotarium yang ada dilembaga-lembaga riset tersebut, lembaga-lembaga riset dapat pula menggunakan laboratorium lapang yang dimiliki oleh LITBANG PERTANIAN untuk kepentingan penelitian/riset. Selain itu, jajaran badan litbang pertanian diharapkan untuk mengikuti Pepres Terbaru. Selanjutnya, pada pembukaan tersebut dilanjutkan arahan dari Kepala Bagian Perencanaan Badan Litbang Pertanian Dr. Ketut Gede Mudiarta menambahkan bahwa perlu tindak lanjut yang kongkret terkait integrasi kegiatan riset. Sinergitas riset LITBANG PERTANIAN dengan RIRN yang selaras dengan krisna. Dalam Pepres No 38 Tahun 2018, termuat bidang riset pada pasal 4 ayat 6 yang terdiri atas bidang pangan, energi, kesehatan dan transportasi. Dan Pepres No 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Dr. Ketut Gede Mudiarta, juga menjelaskan bahwa I-Program yang merupakan database kegiatan penelitian telah dilengkapi dengan form isian focus LITBANG dan sinergi dengan program Kemenristekdikti berupa kesesuain RIRN berupa tema RIRN dan kelompok Makro Riset RIRN. Fokus Litbang terdiri dari : 1). Inovasi Peningkatan Potensi Sumber Daya Lahan Pertanian, 2). Varietas Unggul dan Perbenihan, 3). Inovasi Teknologi Produksi Pertanian Berkelanjutan, 4). Inovasi Mekanisasi, Pascapanen, dan Pengolahan Hasil, 3). Inovasi Kelembagaan dan Kebijakan Sosial Ekonomi, 4). Deseminasi Teknologi, 5). Inovasi Manajemen Litbang Pertanian. Sinergi dengan Kemenristekdikti yang berfokus pada Bidang Riset dalam RIRN meliputi panga, energy, kesehatan, transportasi, produk rekayasa, keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman dan social humaniora. Sesuai dengan Tusinya Balitbangtan yang focus pada bidang pangan sehingga I-Program untuk sementara hanya mengkoordinir focus bidang tersebut. Focus bidang pangan diturunkan kedalam Tema dan Topik Riset meliputi : 1). Pemuliaan Bibit Tanaman dan Ternak, 2). Budidaya dan Pemanfaatan Lahan Sub-Optimal, 3). Ketahanan dan Kemandirian pangan, 4). Teknologi Pascapanen, 5). Moderenisasi Instrumentasi, alat mesin, dan TIK Pertanian, 6). Pengembangan bahan pangan bergizi dan bernutrisi, 7). Kebijakan dan sosial humaniora pendukung pertanian, 8). Pengembagan pangan fungsional berbasis sumber daya local, 9). Kelompok makro riset. Pada kesempatan ini, disampaikan pula bahwa data I-Program yang merupakan database dari hasil-hasil pengkajian dan penelitian akan dinilai oleh KPK mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan hasil.(cha)