Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan

Mamuju,25/11/2019- Dinas Perkebunan Daerah PRovinsi Sulawesi Barat melakukan kegiatan Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan (TKP-PLP dan FF) yang bertempat di Hotel Lestari Mamuju dan dihadiri beberapa penyuluh yang ada di 5 Kabupaten Provinsi Sulawesi Barat.

Ketut Indrayana,STP selaku peneliti BPTP Balitbangtan Sulbar diundang sebagai narasumber, adapun materi yang dibawakan adalah Pola Integrasi Kakao dengan Ternak dan Pola Integrasi Kopi dengan Ternak

Selanjutnya Sistem integrasi ternak dengan tanaman bertujuan untuk memanfaatkan potensi sumber daya wilayah dalam rangka mempertahankan kesuburan lahan . Hal ini dilakukan melalui siklus dari lahan, limbah tanaman, kambing, pupuk organik dan kembali ke tanaman .

Tanaman kakao dan kopi mempunyai potensi yang sangat besar dalam mendukung terwujudnya sistem integrasi ternak dengan tanaman. Limbah tanaman tersebut dapat berperan sebagai penyedia pakan sumber serat bagi ternak. 

Sistem integrasi ternak dan tanaman ini merupakan suatu pendekatan secara holistik dalam memanfaatkan sumber daya pertanian untuk meningkatkan produktivitas ternak dan tanaman yang bermuara pada peningkatan pendapatan petani.

Konsep kebijakan pengembangan kakao yang dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani yang berorientasi terhadap ramah lingkungan dapat dituangkan dalam beberapa model usahatani.Model integrasi tanaman dengan ternak merupakan perwujudan suatu konsep pertanian yang ramah lingkungan.

Manfaat sistem integrasi tanaman dan ternak secara rinci antara lain: 1) Meningkatkan diversifikasi usaha terhadap kotoran ternak, 2) Peningkatan nilai tambah dari tanaman atau hasil ikutannya, 3) Mempunyai potensi mempertahankan kesehatan dan fungsi ekosistem, dan 4) Mempunyai kemandirian usaha yang tinggi dalam penggunaan sumberdaya mengingat nutrisi dan energi saling mengalir antara tanaman dan ternak (Makka, 2004).

Model usahatani integrasi kakao dengan ternak kambing merupakan salah satu bentuk pengembangan integrated farming system seperti crop livestock systems (CLS), dimana kedua usaha tersebut akan menciptakan pola usaha yang sinergis melalui efisiensi usaha (perkebunan kakao dan usaha ternak kambing). Penerapan model integrasi memberikan dampak peningkatan pendapatan mencapai 45,9% (Dwi Priyanto, 2008).

diharapkan dalam kegiatan ini mewujudkan Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan mampu mengaplikasikan ataupun  menerapkan kepada para petani atau peternak.(yen/hesti)

Contact Info

  • E: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Map (Peta Lokasi)
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…