Ada info lagi nih seputar pakan ternak ruminansia khususnya kambing yaitu pakan sumber serat yang berasal dari ampas sagu. Ampas sagu ini berasal dari pengolahan tanaman sagu menjadi tepung sagu, atau sagu yang siap diolah menjadi bahan pangan.

Pada umumnya ampas sagu ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak. Namun untuk memanfaatkannya sebagai pakan ternak khususnya kambing sebaiknya dilakukan pengolahan terlebih dahulu guna menambah kualitas dari ampas sagu ini. Pengolahan yang dimaksudkan yaitu melalui proses fermentasi dengan menggunakan ragi tempe. Cara pengolahannya pada info grafis berikut.

 

(Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan).(fitri)

  • by Administrator

Pecinta tanaman hias, yuk kita kenali krisan yang merupakan tanaman perdu yang berasal dari daratan cina.

Krisan atau sering disebut seruni atau bunga emas (Golden Flower). Bunga krisan tumbuh menyemak dengan daur hidup sebagai tanaman semusim ataupun tahunan. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan populer di Indonesia sejak dua dekade ini dan dibudidayakan untuk mengahasilkan bunga potong, tanaman pot ataupun tanaman taman.

Krisan diperbanyak dengan menggunakan anakan, setek pucuk, atau setek batang. Untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah besar dalam waktu singkat, perbanyakan dapat dilakukan melalui kultur jaringan.

(Sumber : Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi)(fit)

Ada varietas unggul nih dari komoditas jagung hibrida yaitu JH 37. Varietas ini telah terdaftar berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 822/Kpts/TP.010/12/2017.

Varietas ini merupakan persilangan galur murni CLY231 (tetua betina) dengan galur murni MAL03 (tetua jantan). Umur tanaman 50% keluar rambut 54 HST dan masak fisiologis 99 HST. Dengan ciri tanaman batang Agak bulat, antosianin sangat lemah berwarna hijau, tinggi tanaman : ± 219 cm, tinggi tongkol : ± 106 cm, daun bentuk pita, helai agak melandai dan berwarna hijau, bentuk malai kerapatan bulir jarang, tipe biji mutiara dan berwarna kuning, jumlah baris/tongkol 14-16 baris, baris biji Lurus, vairietas ini pun tahan rebahan.

JH 37 ini memiliki potensi hasil sebanyak 12,5 ton/ha , rata-rata hasil : ± 10,7 t/ha perhitungan ini berdasarkan hitungan pipilan kering dengan kadar air 15%, bobot 1.000 biji : ± 319 g pada kadar air 15%.
Ketahanan/toleransi agak tahan bulai, tahan hawar daun dataran rendah dan tahan karat daun. Tanaman ini juga agak toleran kekeringan, baik ditanam pada lahan dataran rendah.

(Sumber : Badan Litbang Pertanian)(fit)

Contact Info

  • E: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Map (Peta Lokasi)
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…