JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Durian Si Raja Buah Kontroversial

Durian (durio zibethinus) adalah buah asli Asia Tenggara yang unik dan kontroversial, mulai dari tekstur buah, kulit, hingga aromanya. Banyak orang yang menyukai buah ini, namun tidak sedikit juga yang malah menghindarinya akibat aroma buahnya yang bagi sebagian orang bisa membuat mereka merasa mual dan menjijikkan. Bagi penggemar durian, daging buah ini terasa tebal dan lembut. Rasanya pun juga manis dan lezat.

Durian merupakan salah satu komoditi andalan di Sulawesi Barat yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan secara terus menerus. Berdasarkan data BPS tahun 2011 banyaknya tanaman durian yang sudah menghasilkan di Sulawesi Barat adalah 170.173 pohon dengan produksi 28.352,5 ton (BPS Prov. Sulbar, 2012). Saat ini Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, buah durian dapat dijumpai di mana-mana baik di pasar Sentral atau di pasar-pasar tradisional maupun di jalan-jalan poros bahkan di kios-kios terdapat berbagai macam buah salah satunya adalah buah durian.

Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki kulit buah yang keras dan berlekuk-lekuk tajam menyerupai duri. Secara umum ciri-ciri dari pohon buah ini adalah: tinggi mencapai 30 meter dengan garis tengah batang 50 centi meter, memiliki akar bangir yang rendah, kulit batang awalnya halus tapi lama-kelamaan menjadi beralur membujur. Memiliki daun yang lonjong dan bundar, dengan panjang daun sekitar 2 sampai 24 centi meter dan lebar 3,5 hingga 8,5 centi meter (anonim, 2013).

Menurut Setiadi (2003), kriteria buah durian unggul adalah sebagai berikut: a). Buah durian unggul mempunyai penampilan menarik, b). Durinya besar dan berbentuk piramida, c). Bentuk buah elips dan beraturan serta tidak memiliki belimbingan, walaupun ada hanya samar-samar d). Tangkai buahnya relatif pendek, e). Daging buahnya berserat halus, pulen, kering, dan warnanya kuning madu (warna tembaga), tebal dan manis, f). Pohon durian unggul biasanya bertajuk teratur atau indah, seperti piramida atau payung, g). Cabangnya banyak dan tumbuh beraturan, h). Produktivitas pohon tinggi dan tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.

Tidak ada tanaman yang buahnya disuka dan dibenci selain tanaman durian. Bagi sebagian orang, durian adalah merupakan raja segala buah. Baunya harum dan rasanya lezat tiada duanya, membuat ketagihan. Baunya pun dari jarak 5 meter pun sudah membuat mual. Apalagi memakan buahnya! Orang barat pada umumnya tidak menyukai bau durian yang menurut mereka “busuk seperti jamban ”(anonim,2012).

Manfaat dan Kandungan Buah Durian

Namun terlepas dari segala kontroversinya, buah durian menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh, diantaranya adalah : 1). Mencegah dan mengatasi sembelit (Serat 37 persen) Durian kaya akan serat, nutrisi penting yang dapat menyerap air dan memperlancar jalannya makanan menuju sistem pencernaan sehingga membantu kelancaran buang air besar secara teratur. 2). Membantu mencegah anemia (Folat 22 persen) Anemia (penyakit darah, sel darah merah di bawah normal) tidak selalu disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Kekurangan folat juga dapat menyebabkan salah satu jenis anemia yang disebut anemia pernisiosa. Folat, juga disebut vitamin B9, diperlukan untuk memproduksi sel darah merah. Buah durian itu sendiri adalah salah satu sumber vitamin B9.

3). Meningkatkan kesehatan kulit (Vitamin C 80 persen) Buah durian mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C adalah faktor penting dalam membuat kolagen, protein penting yang ditemukan dalam pembuluh darah, ligamen, tendon, tulang, dan kulit. Vitamin C berperan besar dalam penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit. 4) Membantu menjaga kesehatan tulang (Kalium 30 persen) Durian juga kaya akan kalium. Ketika berbicara tentang kesehatan tulang, kebanyakan orang akan fokus pada kalsium. Namun demikian, kalium juga merupakan nutrisi yang penting untuk tulang, sehingga mengonsumsi buah durian akan memberikan manfaat bagi kesehatan tulang.

5). Mengatur kadar gula darah (Mangan 39 persen) Buah durian dapat membantu mengatur kadar gula darah berkat kandungan mangan di dalamnya. 6). Membantu menjaga fungsi tiroid (Tembaga 25 persen) Durian merupakan sumber yang baik dari tembaga. Saat berbicara tentang kelenjar tiroid, yodium mungkin satu-satunya nutrisi yang sering dikaitkan terhadapnya. Namun, zat tembaga juga berperan dalam metabolisme tiroid, terutama dalam hal produksi dan penyerapan hormon. Kelenjar tiroid berfungsi dalam mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon yang lain, membuat protein, dan mengatur kecepatan tubuh dalam membakar energi. Mengonsumsi buah durian akan bermanfaat dalam menjaga fungsi kelenjar tiroid.

7). Mendorong nafsu makan (Tiamin 61 persen) Buah durian juga kaya dengan tiamin, vitamin B yang berperan dalam mendorong nafsu makan serta membantu memproduksi asam klorida dalam perut untuk membantu pencernaan makanan. 8). Membantu meredakan migrain (Riboflavin 29 persen) Apakah anda sering mengalami migrain? Makan buah durian dapat membantu meringankan rasa sakit akibat migrain. Riboflavin adalah vitamin B yang terkandung dalam durian, yang dapat membantu meringankan rasa sakit kepala akibat migrain.

9). Membantu mencegah Depresi (Vitamin B6 38 persen) Durian mengandung vitamin B6. Kurangnya vitamin B6 dalam tubuh dapat menyebabkan depresi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang mengalami depresi cenderung memiliki vitamin B6 yang rendah. Vitamin B6 adalah nutrisi yang penting dalam memproduksi serotonin, zat kimia neorotransmitter yang mempengaruhi suasana hati. 10). Berperan dalam pembentukan tulang dan gigi (fosfor) Fosfor merupakan salah satu nutrisi yang terkandung di dalam buah durian. Walaupun kalsium adalah nutrisi yang paling terkenal untuk kesehatan tulang, kalsium tidak bisa melakukan proses pembentukan tulang dan gigi tanpa fosfor, (Anonim, 2012).

Itulah beberapa manfaat buah durian bagi kesehatan tubuh jika kita mengkonsumsinya secara moderat dan tidak berlebihan maka akan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.. Namun sebaliknya jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

Efek Samping

Menurut arief mudjiono (2013), dalam mengkonsumsi buah durian Kita perlu berhati-hati karena dalam buah durian juga ditemukan adanya senyawa alkohol (ethanol, methanol, ethyl metacrylate) dan berbagai senyawa sulphur. Kita sudah tahu dampak buruk alkohol bagi kesehatan, diantaranya dapat meningkatkan tekanan darah. Jadi bagi pengidap hipertensi dan penyakit penyertanya seperti jantung koroner, stroke, atau gangguan ginjal, mengkonsumsi durian berlebih bisa berdampak buruk terhadap penyakit yang dideritanya, sehingga disarankan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Kandungan lemak dan glukosa dalam durian juga cukup tinggi. Lemak dalam buah sebetulnya merupakan lemak tidak jenuh, non kolesterol. Pada kondisi buah yang sangat matang, glukosa akan berubah menjadi alkohol. Alkohol dan glukosa tinggi inilah yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Jadi bagi pengidap penyakit diabetes atau kencing manis juga perlu berhati – hati untuk mengkonsumsi buah durian. kandungan kalori yang tinggi dalam durian menyebabkan bila dikonsumsi berlebihan akan menghasilkan pembakaran yang berlebihan dalam tubuh sehingga menimbulkan manifestasi terasa panas dalam tubuh.

Kandungan durian yang terutama perlu diwaspadai adalah kalorinya. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Bila Anda memakan empat buah durian itu, maka tubuh Anda akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 -3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, Anda harus berhati-hati bila mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya tidak memakan durian, (dr. Salma, 2012).

Namun bagi Anda penggemar durian tidak usah khawatir akan bahaya mengkonsumsi durian asalkan kita dapat mengontrol dan ”membatasi” pola konsumsi sesuai dengan kondisi fisik kita. Disarankan tidak mengkonsumsi durian bersamaan dengan alkohol, tape, kopi, karena dapat berdampak tidak baik terhadap tekanan darah. Sebaliknya banyak minum air putih setelah Anda mengkonsumsi durian. Makan durian memang terasa nikmat, namun jangan sampai kenikmatan tersebut merusak nikmat sehat yang Anda rasakan sekarang.

Tips Memilih Durian yang Bagus dan Lezat

a). Lihat Tangkainya :Durian yang jatuh dari pohon tangkainya bergerigi. jika terlihat rata atau seperti dipotong, ada kemungkinan durian itu dipetik sebelum masak dan disimpan terlebih dahulu. Selain itu, Congkel sedikit kulit tangkainya dengan kuku, kalau kulitnya tebal, maka daging buahnya pun tebal juga. Kalau bagian dalam kulitnya kuning, maka warna daging buahnya pun kuning juga. b). Perhatikan Kulitnya : Jika kulit terlihat berduri jarang dan besar-besar bisa dipastikan durian itu berdaging padat, tapi jika durian berkulit kecil dan durinya berjarak dekat, daging durian pasti lembek. c) Pilihlah Yang Ringan
Durian yang berat biasanya masih mentah, isinya terlalu berair atau bahkan busuk, d). Jangan Lupa Dipukul-pukul : Jika terdengar suara “buk-buk” bergema,itu tandanya durian sudah matang.tapi bila terdengar bunyi “plek-plek”itu tandanya durian belum matang, e). Guncangkan: Jika ada terasa sesuatu yang berguncang di dalam, berarti daging buahnya berjenis kering. Itu tandanya bagus, g). Pilihlah Yang Berjuring Lima: Buah durian memiliki juring (kamar-kamar) yang diisi biji dan daging buah. Juring bisa dilihat dari permukaan kulitnya, berupa garis dari bagian atas sampai bagian bawah. Durian yang ideal memiliki lima juring karena daging buah biasanya lebih banyak ketimbang durian yang memiliki 6 juring atau lebih, h). Ambil Yang Bulat: Bentuk bulat menandakan daging buahnya besar dan banyak.durian lonjong atau tidak bulat biasanya hanya memliki daging buah sedikit, i)Cium Baunya:Saat memilih durian, dekatkan hidung dan cium baunya, jika baunya kuat, kemungkinan besar buahnya manis dan matang. Tapi jika sudah tidak bau lagi, kemungkinan buahnya sudah masuk angin yang membuat rasanya jadi hambar. (Rely)

Kiat Sukses Berusaha Tani Kakao

Kakao atau Theobroma cacao L., adalah merupakan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman yang merupakan bahan baku cokelat ini dapat berbuah sepanjang tahun. Tanaman ini termasuk golongan tumbuhan tropis yang cocok dengan kultur tanah dan iklim di Indonesia.

Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan kontribusi sebesar 13% dari kebutuhan dunia. Hal tersebut didukung karena lokasi geografis Indonesia yang sangat cocok untuk budidaya kakao.  Maka dari itu sangat tidak heran petani di Indonesia sangat banyak yang membudidayakan kakao.

Sulawesi Barat merupakan salahsatu pemasok/produsen utama kakao di Indonesia. Program pengembangan untuk peningkatan produksi dan kualitas Kakao di Sulawesi Barat terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi dan kabupaten di Sulawesi Barat. Program tersebut dilakukan dengan meningkatkan luas lahan dan intesifikasi (rehabilitasi dan peremajaan tanaman Kakao yang telah tua). Rendahnya produksi dan produktivitas Kakao di Sulawesi Barat disebabkan oleh beberapa hal antara lain kurangnya perawatan, serangan hama PBK dan penyakit VSD, serta tanaman telah tua.

Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. Luas pertanaman Kakao di Sulawesi Barat pada tahun 2015 mencapai 153.694,32 ha dengan produksi 83.566,48 ton, produktivitasnya baru mencapai 0,55 t.ha (BPS Sulbar, 2016). Pertanaman Kakao tersebar luas disemua kabupaten yang ada di Sulawesi Barat, yaitu Majene seluas 13.184,50 ha Polewali Mandar seluas 49.167,77 ha, Mamasa seluas 15.499ha, Mumuju seluas 41.076,05 ha dan Mamuju Utara seluas 12.801 ha, dan Mamuju Tengah seluas 21.966 ha.

Beberapa permasalahan yang menyebabkan rendahnya produktivitas kakao di Sulawesi Barat antara lain masih tingginya serangan hama penyakit (PBK,VSD), banyak tanaman tua, kesesuaian penggunaan lahan, dan masih rendahnya penerapan teknologi usahatani (Bappeda Sulbar, 2011, Disbun Sulbar, 2012).

Kakao adalah jenis tanaman perkebunan yang sangat populer dengan olahan buahnya. Cokelat adalah olahan yang berasal dari biji kakao. Kakao diduga berasal dari daratan Amerika dan tepatnya di Amerika Selatan. Pohon kakao di alam bebas dapat mencapai ketinggian hingga belasan meter. Namun untuk pohon kakao budidaya ketinggiannya hanya dibuat mencapai 5 meter saja karena untuk memaksimalkan produksi buahnya.

Tanaman kakao tumbuh baik pada dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1200 mdpl. Tanaman kakao membutuhkan curah hujan berkisar 1100-3000 mm/tahun. Suhu ideal tanaman kakao yaitu 30-32 derajat celcius. pH terbaik untuk tanaman kakao berkisar antara 6-7,5.

Budidaya kakao sangat mengharapkan tanah yang kaya akan nutrisi di dalamnya. Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma dan kotoran yang mengganggu. Gunakan tanaman penutup tanah seperti jenis tanaman polong-polongan. Pengolahan tanah budidaya kakao dapat dilakukan dengan cara mekanis.

Tanaman pelindung dalam budidaya kakao sangatlah penting kegunaannya. Kegunaan utama dari pohon pelindung yaitu melindungi tanaman kakao dari paparan sinar matahari langsung. pohon pelindung juga berguna sebagai peredam suhu maksimum pada musim kemarau yang dapat merusak tanaman kakao. Kegunaan lainnya adalah sebagai penahan angina sebab daun muda pada tanaman kakao sangat mudah rontok  apabila angina yang kencang.Pohon pelindung pada tanaman kakao sebaiknya ditanam 1 tahun sebelum tanaman kakao ditanam. Tanaman penaung yang populer digunakan petani kakao  adalah pohon gamal, lamtoro, dan albazia.

Tanaman Kakaodapat diperbanyak secara generatif dan juga vegetatif. Perbanyakan secara generatif dapat dilakukan dengan penyemaian biji kakao. Selain itu perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan stek ataupun okulasi.

Jumlah bibit tanaman kakao yang dibutuhkan sangat tergantung dengan luas lahan dan jarak tanaman yang akan digunakan. Pada jarak tanam 2,5 x 2,5 m membutuhkan bibit sekitar 1600 hingga 1650 batang bibit. Sedangkan untuk jarak tanam 3 x 3 m hanya membutuhkan bibit 1000 hingga 1100 batang.

Sebelum masuk ketahap penanaman sebaiknya pastikan terlebih dahulu bibit yang akan digunakan. Bibit kakao yang sudah siap untuk ditanam ke lahan adalah bibit yang telah berumur 5 bulan. pada umur tersebut bibit sudah mencapai ketinggian 50 cm dengan daun berjumlah 20-35 helai daun. Sedangkan batang sudah berdiameter 8 mm.Selanjutnya setelah semua hal tersebut dipastikan maka hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah membuat ajir tanaman dengan ketinggian 1 m. Pengaturan jarak tanam harus disesuaikan dengan jumlah bibit yang sudah disiapkan.

Pada pemeliharaan tanaman kakao ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain pemangkasan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.Pemangkasan Tanaman Kakao. Ada tiga tipe pemangkasan pada budidaya kakao yaitu:

Pemangkasan Bentuk: Pemangkasan bentuk pada tanaman buah kakao bertujuan untuk membentuk tajuk tanaman kakao. Budidaya tanaman kakao sangat tergantung pada pertumbuhan cabang lateralnya sehingga pemangkasan cabang sangat bertujuan untuk membentuk cabang-cabang lateral tersebut. Cabang-cabang lateral adalah cabang yang akan memunculkan buah kakao.

Pemangkasan tahap pertama dilakukan dengan cara memangkas bagian pucuk tanaman kakao yang telah berumur 4-6 bulan setelah tanam. pemangkasan pucuk dilakukan pada ujung tunas paling atas hal tersebut dilakukan agar meningkatkan pertumbuhan cabang samping. Setelah itu lakukan pemangkasan tahap kedua setelah tanaman berumur 7-9 bulan. Pemangkasan bentuk tahap kedua dilakukan dengan cara memotong cabang lateral dengan tinggi 50 cm dari dasar tanah. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan cabang lateral tersebut.

Pemangkasan Tunas Air; Pemangkasan tunas air pada pohon muda bertujuan untuk membentuk pohon yang lebih kuat serta mengurangi cabang lateral yang tumbuh berlebihan. Sedangkan pada tanaman tua pemangkasan ini bertujuan untuk memicu pertumbuhan buah karena nutrisi yang seharusnya tersebar kecabang lateral dapat terfokuskan pada pertumbuhan buah saja.

Pemangkasan ini dilakukan setiap 90 hari sekali setelah tanaman dilakukan pemangkasan bentuk. Pemangkasan dilakukan pada cabang dengan ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Selain itu pemangkasan juga dilakukan pada tunas vertical yang tidak tumbuh.

Pemangkasan Sanitasi; Pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi resiko terserang hama dan penyakit. Pemangkasan sanitasi akan memberikan sinar matahari yang masuk pada tanaman lebih banyak dan juga sirkulasi udara lebih teratur. Pemangkasan ini dilakukan setiap 4-5 bulan sekali dengan cara memotong cabang utama yang dianggap mengurangi sirkulasi udara dan menghalangi cahaya matahari. Pemangkasan ini juga bertujuan untuk meregenerasi cabang yang sudah tua dengan cabang yang lebih muda.

Penyiangan harus dilakukan secara teratur agar pertumbuhan hama dan penyakit dapat dicegah sejak dini. Penyiangan sebaiknya dilakukan setiap satu bulan sekali. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan tanaman liar yang tumbuh disekitar wilayah pertanaman, dengan begitu unsur hara dapat maksimal diserap oleh tanaman kakao dan bukan tanaman pengganggu.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal dengan menggunakan pupuk urea TSP dan KCl. Dosis pupuk sendiri ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Pemupukan pertama pada tanaman kakao dilakukan ketika tanaman telah berumur 2 bulan setelah tanam. a). Umur 2 bulan: 15 kg urea, 15 kg TSP, 9 kg KCl; b). Umur 6 bulan: 15 kg urea, 15 kg TSP, 9 kg KCl; c). Umur 10 bulan: 25 kg urea, 25 kg TSP, 13 kg KCl; d). Umur 14 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 15 kg KCl; e). Umur 18 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 45 kg KCl; f) Umur 22 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 45 kg KCl; g). Umur 32 bulan: 160 kg urea, 200 kg TSP, 250 kg KCl; h). Umur 36 bulan: 140 kg urea, 250 kg TSP, 250 kg KCl; dan i) Umur 42 bulan: 140 kg urea, 200 kg TSP, 250 kg KCl.

Tanaman kakao adalah salah satu jenis tanaman yang sangat rentan terserang hama dan penyakit. Maka dari itu diperlukan kemampuan dan pengetahuan lebih dalam mengelolanya. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga tanaman kakao agar tidak mudah terserang hama dan penyakit yaitu sanitasi lahan. Tanaman kakao yang terserang penyakit harus dibakar agar tidak menyebar ketanaman yang lainnya. selain itu pengendalian menggunakan pestisida juga penting dilakukan. Untuk hama seperti ulat kilan, ulat jaran, kutu, ngengat buah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida. Sedangkan untuk penyakit yang diakibatkan oleh jamur dapat dikendalikan dengan fungisida.

Panen buah kakao sudah dapat dilakukan ketika buah telah berumur 5-6 bulan setelah bunga muncul. Buah kakao yang sudah dapat dipanen memiliki warna yang kuning. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah langsung dari pohonnya dapat menggunakan pisau atau gunting buah yang tajam dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah pada pohon.

Setelah buah dipanen lakukan pemecahan buah untuk mengeluarkan bijinya. Selanjutnya biji buah dilakukan pengeringan dengan cara dijemur. Penjemuran ketika cuaca cerah dapat memakan waktu selama 2 hari. Setelah biji kakao kering dapat dilakukan sortasi berdasarkan bentuk dan kualitas, setelah itu buah barulah bisa dijual ke pengepul ataupun tengkulak. (Rely)

Teknologi Mina Padi dengan Sistim Tanam Jajar Legowo

Mina Padi adalah usaha budidaya ikan di sawah yang dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi dalam suatu areal yang sama. Dengan kata lain sambil menyelam minum air, usaha padi lancar, budidaya ikan pun lancar.

 

Salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi dengan sistim tanam jajarlegowo. Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan keragaan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air juga dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.

Sistem usaha tani minapadi telah dikembangkan di Indonesia sejak satu abad yang lalu (Ardiwinata, 1987). Selain menyediakan pangan sumber karbohidrat, sistem ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan (Syamsiah et all. 1988).Dengan teknologi yang tepat, minapadi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Keuntungan yang didapat dari usahatani minapadi berupa peningkatan produksi padi dan ikan, mengurangi penggunaan pestisida, pupuk anorganik, penyiangan dan pengolahan tanah (Suriapermana, et all., 1994)

Rekayasa teknik tanam padi dengan cara tanam jajar legowo 2:1 atau 4:1, berdasarkan hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan produksi padi sebesar 12-22%. Disamping itu sistem legowo yang memberikan ruang yang luas (lorong) sangat cocok dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan (minapadi legowo). Hasil ikan yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usahatani, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Teknologi legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir hasilnya 1,5 - 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produksi rumpun padi yang berada di bagian dalam.

Keuntungan yang dapat diperoleh dari mina padi dengan sistim tanam jajar legowo adalah:

a). Pada cara tanam jajar legowo 2:1, semua maupun tanaman seolah-olah berada pada barisan pinggir pematang, sedangkan pada cara tanam jajar legowo 4:1, separuh tanaman berada pada bagian pinggir (mendapat manfaat border effect), b). Jumlah rumpan padi meningkat sampai 33%/ha, c). Meningkatkan produktivitas padi 12-22%, d), Memudahkan pemeliharaan tanaman, e). Masa pemelihaan ikan dapat lebih lama, yaitu 75 hari, dibanding cara tandur jajar biasa yang hanya 45 hari, f). Hasil ikan yang diperoleh dapat menutupi sebagian biaya usaha tani, g). Dapat meningkatkan pendapatan usahatani antara 30-50%. (Litbang,2014).

Adapun paket teknologi yang dapat diterapkan adalah  a) Memilih jenis varietas yang cocok untuk minapadi  yang mempunyai karakteristik sebagai berikut : Pengakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan; Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air; Batang kuat dan tidak mudah reba, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi; Tahan genangan pada awal pertumbuhan; Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat dan Tahan hama dan penyakit (Litbang 2014).

b). Teknik pembuatan parit. Parit dibuat sebelum pengolahan tanah terakhir (perataan tanah) lebar 40 - 45 cm dan kedalaman 25 - 30 cm. Pada titik persilangan dibuat kolam pengungsian ukuran 1x1 m dengan kedalaman 30 cm. Pada setiap pintu pemasukan dan pengeluaran air pada setiap petakan dipasang saringan kawat dan slat pengatur tinggi permukaan air menggunakan bambu. Parit berfungsi sebagai tempat penampungan air pada saat berlangsung pemeliharaan ikan, melindungi ikan dari kekeringan pada saat terjadi kebocoran, memudahkan panen ikan, sebagai tempat memberi makan ikan, memudahkan ikan bergerak keseluruh petakan.

c). Pemilihan Benih Ikan, Kondisi perairan pada lahan sawah mengandung resiko ekologis yang tinggi bagi usaha budidaya ikan yaitu fluktuasi pasok dan mutu air. Sehingga pada kegiatan ini perlu dilakukan pemilihan benih yang unggul yaitu tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit.

d). Penanaman padi. Sistim tanam yang ideal diterpkan dalam Minapadi adalah sistim tanam jajar legowo baik itu legowo 2:1 atau 4:1. Pada jajar legowo 2:1, setiap dua barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm, jarak antar barisan 20 cm, tetapi jarak dalam barisan lebih rapat yaitu 10 cm. Pada jajar legowo 4:1. setiap empat barisan tanam terdapat lorong selebar 40 cm, jarak antar barisan 20 cm, jarak dalam barisan tengah 20 cm, tetapi jarak dalam barisan pinggir lebih rapat yaitu 10 cm. Untuk mengatur jarak tanam digunakan caplak ukuran mata 20 cm. Pada jajar legowo 2:1 dicaplak satu arah saja, sedangkan pada jajar legowo 4:1 dicaplak kearah memanjang dan memotong.

  1. e) Penebaran Benih Ikan. Penebaran benih ikan dilakukan 30 hari setelah penanaman padi dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Jenis ikan yang dianjurkan adalah ikan yang berwarna gelap. Penebaran benih ikan dilakukan pada sore hari secara perlahan-lahan agar ikan tidak mengalami stress akibat perubahan lingkungan. Ukuran benih yang dianjurkan 5-8 cm dengan kepadatan 5.000 ekor/ha.

f). Pemeliharaan, Lama pemeliharaan ikan pada sistem minapadi tergantung pada ukuran benih dan besarnya ikan yang akan dipanen. Selama masa pemeliharaan ikan, ketersediaan pakan alami diupayakan selalu tersedia, oleh karena itu upaya penyuburan sawah dengan pupuk organik dapat dilakukan. Selain mengandalkan pakan alami pada masa pemeliharaan ikan ini juga dilakukan pemberian pakan tambahan berupa dedak halus 250 kg/ha diberikan secara disebar pada parit, pagi/sore hari. Lama pemeliharaan ikan 70-75 hari.

Pemeliharaan padi dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya penyiangan, penyulaman tanaman padi yang mati dengan cara menyulam dari bibit yang telah disediakan dicadangkan, serta pemupukan.

g). Panen Ikan. Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan untuk memudahkan panen, keluarkan air dari pelataran sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan.

Sedangkan pemanenan padi pada sistem mina padi sama seperti pemanenan pada penanaman monokultur. Permanenan padi dilakukan setelah gabah masak merata.(Reli)