JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kolaborasi Bersama Penyuluh Daerah Dan Petani Dalam Penderasan Teknologi Inovasi BALITBANGTAN

Mamuju, 2/10/2019-BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat melalui Kegiatan Peningkatan Komunikasi, Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Hasil Balitbangtan melaksanakan kegiatan Displasy Varietas jagung dan Kaji terap bersama BPP Kecamatan Tapplang. Kegiatan awalnya akan dilaksanakan di lahan BPP namun lahan BPP Tappalang kurang luas sehingga kegiatan dilaksanakan disalah satu lahan petani yang merupakan rekomendsi BPP Kec.Tapplang dengan luas lahan 1 Ha.

Kegiatan penanaman dihadiri Koordinator BPP Kec.Tappalang beserta lima Penyuluh lapang Kec. Tappalang. Sebelum penanaman dilakukan pengujian unsur hara dengan menggunakan alat perangkat uji tanah kering (PUTK). Hasil uji menunjukkan kandungan P (Fosfat) Sedang, C- Organik Tanah Rendah, K (Kalium) Tinggi dan pH Agak masam (pH 5-6), sehingga rekomendasi kebutuhan pupuk untuk tanaman jagung adalah: untuk P (Fasfat) : Rekomendasi Pupuk SP-36 175 kg/ha, C_Organik Tanah : Rekomendasi Kompos : Pupuk kandang/Jerami /Sisa Tanaman hijaun 2 ton/ha (yang diaplikasikan pada saat pengolahan lahan), K (Kalium) : Rekomendasi Pupuk yang digunakan 50 kg/ha KCL dan pH agak masam kebutuhan kapur 500 kg/ha.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bersama Penyuluh dan Petani. Teknologi yang digunakan sistim jajar legowo 2:1 dan Varietas Benih unggul Hasil Inovasi Balitbangtan yakni Varietas Sukma raga dan Varietas Jagung Hibrid dengan aplikasi satu benih perlubang tanam. Selain itu juga menggunakan varietas jagung non Balitbangtan sebagai pembanding. Menurut Hasil pemilik lahan, sistem tanam jajar legowa 2;1 yang digunakan saat ini, merupakan pengalaman pertama begitupun varietas yang digunakan. Kebiasanan selama ini menggunakan sistim jarak tanam Tegel dan varietas non Balitbangtan dan pupuk yang digunakan hanya satu jenis yakni pupuk urea satu kali aplikasi yang diberikan pada umur tanaman 10 hari, selebihnya tidak ada lagi kegiatan pemupupukan. Jumlah benih yang ditanam per lubang 2-3 biji, dengan adanya Kegiatan Display varietas dan kaji terap ini menambah pengetahuan saya dalam pertanian. Nasir selaku Koordinator BPP Kec.Tapplang berharap semoga dengan adanya kegiatan ini selain meningkatakan pengetahuan penyuluh dan petani juga akan menghasilkan rekomendasi verietas jagung spesifik lokasi sehingga kami bisa mendesiminasikan dan fokus pada penggunaan varietas tersebut termasuk teknologi lainnya yang merupakan satu kesatuan.(marwah)

Pelatihan Pendampingan Teknologi Pengolahan Pangan Berbasis Pangan Lokal

Mamuju, 18/09/2019 Bertempat di Aula BPP Kabupaten Mamuju, telah terlaksana kegiatan pelatihan yang  dilaksanakan oleh Dinas Ketahana  Pangan Kabupaten Mamuju di hari Selasa, 17 September 2019.  Pelatihan yang diadakan tersebut bertema “Pengolahan Pangan Lokal dalam Peningkatan Kemandirian Pangan Masyarakat”. 

Peserta pelatihan terdiri dari Koordinator PPL Kabupaten Mamuju, Camat Kecamatan Rimuku,Kepala Desa,  Penyuluh Pendamping Lapangan, Kepala Puskemas dan Petugas Gizi Puskemas yang ada di Kabupaten Mamuju dan Duta Pangan, dengan jumlah peserta yang hadir berjumlah 40 orang.   Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Bapak Dr. Ir. H. Mais Ilsan, M.P. 

Materi yang disampaikan adalah Penyusunan Indikator dan Pemetaan Rawan Pangan Kabupaten Mamuju. Pada kegiatan tersebut BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat juga diundang pada kegiatan tersebut untuk menyampaikan materi teknologi pengolahan pangan yang terfokus pada kelapa, ubi kayu dan pisang.  

Teknologi pengolah kelapa dengan judul materi “Teknologi Pengolahan Minyak VCO dengan Metode Pemanasan bertingkat” di bawakan oleh Ir. Cicu, M.Si dan “Teknologi Pengolahan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Teknologi  Pengolahan Pisang Menjadi Produk Tepung” disampaikan oleh Nurhafsah, S.TP., M.Si  sekaligus melakukan demonstarsi terkait teknik pengolahannya secara langsung kepada peserta pelatihan. 

Pada kegiatan demonstrasi tersebut dilakukakan secara bersama sama dengan Peneliti dari BPTP Sulawesi Barat Ida Andriyani, SP dan Rahmi H., SP.

Pemilihan komoditas tersebut dilakukan dikarenakan jumlah yang berlimpah dengan pemanfaatan yang sangat terbatas dan hanya dalam bentuk segar.  Oleh karena itu Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Mamuju memilih komoditas tersebut, dimana sebelumnya dilakukan diskusi dengan Peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat terkait dengan teknologi yang dapat diterapkan dan mudah dilakukan oleh masyarakat.  Ketersediaan yang melimpah (food availibility) dengan harapan komoditas tersebut dapat menunjang ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan nilai gizi yang cukup (Acha & Rahmi).

Pemanfaatan Limbah Sawit Untuk Petani/Peternak Tobadak

Tobadak, 12/09/2019-Pakan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha ternak. Salah satu masalah yang dihadapi dalam pengembangan ternak sapi yaitu kesulitan mendapatkan hijauan/pakan terutama di wilayah lahan kering khususnya pada musim kemarau. Ketersediaan sumber pakan ternak semakin berkurang akibat lahan terbuka digunakan untuk perumahan dan kecendrungan dari petani untuk menanam lahan dengan tanaman pertanian yang dapat bermanfaat langsung untuk kebutuhan manusia. Olehnya itu pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif adalah salah satu solusi untuk menanggulagi kekurangan pakan ternak ruminansia

Provinsi Sulawesi Barat termasuk penghasil kelapa sawit dan Jagung, tak bias dipungkiri bahwa kemungkinan besar akan beresiko terjadi penumpukan limbah, yang apabila tidak dapat dimanfaatkan dengan baik hanya akan menjadi sampah saja. Hal ini tidak lepas dari lerhatian Peneliti BPTP Sul-Bar. Ketut Indrayana, STP didampingi Fitriawaty, S.Pt., M.Si mempraktekkan pembuatan Fermentasi pelepah sawit didepan beberapa orang petani, PPL dan Inseminator Kec. Tobadak memanfaatkan kembali limbah-limbah tersebut seperti pelepah sawit dan limbah jagung untuk difermentasi, dijadikan pakan ternak.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua, sebelumnya juga telah dilaksanakan praktek pembuatan fermentasi pakan ini. Pak arif yang merupakan seorang peternak menyampaikan bahwa hasil fermentasi pelepah sawit dengan limbah jagung sangat baik, bahkan disukai ternak sapi dan mampu meningkatkan nafsu makan sapi.

Olehnya itu kegiatan ini daiharapkan mampu menjadi teknologi alternative pakan, dan kedepannya fermentasi pelepah sawit ini bisa dijadikan pakan utama untuk pemeliharaaan ternak sapi yang akan dilakukan di TTP Tobadak.(fit/nini)