JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jepa merupakan salah satu bahan pangan lokal berbahan baku ubi kayu yang dapat berfungsi sebagai makanan alternatif penganti beras. jepa adalah makanan khas suku Mandar (komunitas suku terbesar di Sulawesi Barat). Usaha produksi jepa di tingkat petani masih dilakukan secara tradisional, memiliki rasa tawar, warna putih, bentuk dan ukurannya besar bulat, serta daya simpan yang relatif singkat yakni sekitar 12 jam setelah proses pengolahan. sehingga mutunya masih rendah, dan pemasarannya masih lokal. Selain itu usaha pengolahan jepa belum dilakukan menurut standarisasi baku produk yang sehingga rasa, bentuk, tekstur, nilai gizi dan mutu akhir jepa belum dapat memberikan cita rasa, keamanan bagi konsumen ketika mengkonsumsi produk tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka telah dilakukan kegiatan kajian teknologi pengolahan ubi kayu sebagai bahan pangan lokal (jepa) di Sulawesi Barat.  

 

 

ALAT DAN BAHAN

     Alat yang digunakan; timbangan, mesin penepung/ hummer mill , baskom, cetakan jepa/panjepang, saringan, pisau, pesau bong (sendok yang terbuat dari tempurung kelapa bertangkai kayu/bambu), saringan, alat pengepres (pengepres hidrolik), tungku, daun pisang, kayu bakar.
     Bahan yang digunakan; ubi kayu, kelapa, abon ikan, coklat bubuk, gula merah dan kemasan. 

PROSES PEMBUATAN

Pembuatan tepung ubi kayu

    1. Pembersihan dan pencucian ubi kayu:
    2. Pengupasan
    3. Pencucian umbi ubi kayu
    4. Pemarutan
    5. Pengepresan
    6. Penggilingan
    7. Pengayakan

Proses pembuatan tepung kelapa:

    1. Pengupasan buah kelapa Cara pengupasan kulit ari daging buah kelapa yang baik yaitu dengan cara melepaskan bagian kulit ari secara manual satu per satu dan lendir yang ada pada lapisan dalam daging buah kelapa dihilangkan. Tujuan perlakuan ini agar tepung kelapa yang dihasilkan putih bersih, tidak cepat tengik dan tahan lama.
    2. Pencucian Daging buah kelapa kemudian dicuci dengan air mengalir kemudian direndam untuk menghindari proses browning.
    3. Pemarutan Daging buah kelapa diparut dengan menggunakan mesin parut yang sudah dibersihkan terlebih dahulu sehingga parutan kelapa yang dihasilkan tidak terkontaminasi dengan kotoran dan warna parutan kelapa yang dihasilkan tetap putih bersih.
    4. Penjemuran Penjemuran kelapa parut di bawah sinar matahari bertujuan mengurangi kadar air, sehingga pada proses pengeringan selanjutnya (pengovenan) kelapa lebih cepat kering.
    5. Penepungan Proses penepungan kelapa parut kering dengan cara dihaluskan sampai menghasilkan tepung kelapa halus (80 mesh). Hasil tepung kelapa ini yang akan ditambahkan pada proses perbaikan teknik pengolahan jepa.

Pembuatan Jepa Aneka rasa:

    1. Pencampuran Bahan dengan perlakuan :
    A= Tepung ubi Kayu 100% (original)
    B= Tepung ubi kayu 75% + tepung kelapa 25%
    C= Tepung ubi kayu 85% + tepung kacang tanah 15%
    D= Tepung ubi kayu 85% + tepung gula merah 15%
    E= Tepung ubi kayu 85% + tepung coklat 15%
    F= Tepung ubi kayu 90% + abon ikan 10%
    2. Pencetakan

Setelah bahan tercampur rata kemudian di cetak dengan cara dipipihkan diatas lempengan bulat ceper yang terbuat dari tanah liat (menyerupai piring yang disebut dengan nama ” panjepangang” ) dengan menggunakan bong (sendok yang terbuat dari tempurung kelapa bertangkai kayu/bambu), dimana cetakan terlebih dahulu dipanaskan/dipanggang selama 15 menit diatas tungku api. Setelah dipipihkan sebuah lempengan tanah liat dipasang lagi diatas lempengan sebelumnya sampai adonan ubi kayu matang (± 15-20 menit), proses ini dilakukan secara berulang-ulang sampai menghasilkan beberapa keping jepa. Jepa yang dihasilkan adalah jepa (semi basah dengan daya tahan ± 24 jam).

    3. Pengemasan

Setelah jepa matang, kemudian dikemas dengan plastik.

Penulis: Religius Heryanto, S.ST