JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sulawesi Barat merupakan salah satu wilayah pengembangan kopi rakyat di Indonesia. Kopi termasuk komoditas unggulan daerah kedua setelah kakao untuk Sulawesi Barat. Pada tahun 1980-an, Kopi “Arabika Mamasa” Sulawesi Barat pernah dikenal sampai di luar negari yaitu Eropa.

Luas pengembangan kopi saat ini telah mencapai 23.419 ha.Sentra utama pengembangan berada di kabupaten Mamasa dengan luas 19.117 ha.Keluarga tani yang terlibat dalam usaha tani kopi sebanyak 35.460 KK. Jenis kopi yang sedang berkembang di Mamasa saat ini adalah jenis Arabika dengan luas 11.983 ha dan jenis Robusta dengan luas 7.134 ha.Produktivitas yang telah dicapai petani untuk jenis Arabika hanya sebesar 0,39 t dan Robusta 0,40 t/ha.

Pengembangan kopi khususnya jenis Arabika terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi kopi di Mamasa. Selain dukungan iklim dan topografi yang sangat sesuai, potensi luas lahan untuk perluasan areal tanam juga masih sangat terbuka.

Kawasan pengembangan kopi berada pada ketinggian 800– 1.400 m.dpl.Potensi peningkatan produktivitas melalui inovasi budidaya masih sangat besar sebab produktivitas yang dicapai saat ini baru mencapai 0,39 t/ha sedangkan potensi hasil jenis kopi Arabika yang berkembang sekitar 1,5 – 2,0 t/ha.

Pada tahun 2015, melalui program nasional telah dikembangkan sebanyak 2 juta pohon kopi jenis Arabika dalam upaya menjadikan Sulawesi Barat khususnya Mamasa sebagai salah satu sentra utama kopi di Indonesia.

 

Penulis: Dr.Ir.Syamsuddin, M.Sc