JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tanaman pisang  yang ada di Sulawesi Barat merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dilihat dari segi pemanfaatannya, buah pisang banyak dimanfaatkan sebagai pisang goreng, loka pere’ nisattani (diberi santan), dijadikan pisang ijo, dan dijadikan sebagai buah segar yang dikonsumsi langsung setelah matang. 

Salah satunya adalah pisang loka pere’ yang merupakan salah satu sumber daya genetik tanaman yang ada di Sulawesi Barat. Namun keberadaan pisang loka pere’ saat ini sangat sulit ditemukan Karena petani tidak begitu memperhatikan sistem budidayanya. Hal ini bisa terjadi karena belum ada nilai ekonomi yang membedakannya dari jenis pisang lainnya, padahal konsumen cenderung mencari pisang loka pere’. 

Jenis pisang loka pere’ masih ditemukan di Desa Adolang Dhua, kecamatan Pamboang dan di desa Galung, kecamatan Banggae Timur, kabupaten Majene pada posisi S: 0708896 - 0718164 & E: 9611146 - 9621353 dan ketinggian 19 – 92 m dpl. Pisang loka pere’ berdasarkan spesiesnya termasuk Musa parasidiaca yang merupakan pisang olahan (plantain), dan juga termasuk dalam Musa acuminata karena bisa dikonsumsi sebagai buah segar. 

Kelebihan jenis pisang ini adalah buah rasanya enak, manis, tetap keras meskipun telah masak dan tahan disimpan lama. Pisang muda dapat direbus dan digoreng. Buah pisang baik yang masih mentah maupun yang sudah masak, juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan seperti loka pere’ nisattanni/loka njoroe (pisang rebus yang diberi santan), pisang ijo, pisang goreng, selain itu batangnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, daunnya sebagai pembungkus makanan dan bonggolnya bisa diolah menjadi kripik bonggol pisang. 

Loka Pere pernah meraih juara 1 tingkat nasional yang mewakili Makassar (Sulawesi Barat masih termasuk dalam Sulawesi Selatan) dan jenis pisang ini hanya terdapat di kabupaten Majene

Potensi pengembangan pisang loka pere’ di Kabupaten Majene sangat besar. Diperlukan kerjasama berbagai pihak agar tanaman pisang loka pere’ dapat dilestarikan baik secara in situ maupun ex situ.

 

Penulis: Religius Heryanto, S.ST