JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kakao atau Theobroma cacao L., adalah merupakan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman yang merupakan bahan baku cokelat ini dapat berbuah sepanjang tahun. Tanaman ini termasuk golongan tumbuhan tropis yang cocok dengan kultur tanah dan iklim di Indonesia.

Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan kontribusi sebesar 13% dari kebutuhan dunia. Hal tersebut didukung karena lokasi geografis Indonesia yang sangat cocok untuk budidaya kakao.  Maka dari itu sangat tidak heran petani di Indonesia sangat banyak yang membudidayakan kakao.

Sulawesi Barat merupakan salahsatu pemasok/produsen utama kakao di Indonesia. Program pengembangan untuk peningkatan produksi dan kualitas Kakao di Sulawesi Barat terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi dan kabupaten di Sulawesi Barat. Program tersebut dilakukan dengan meningkatkan luas lahan dan intesifikasi (rehabilitasi dan peremajaan tanaman Kakao yang telah tua). Rendahnya produksi dan produktivitas Kakao di Sulawesi Barat disebabkan oleh beberapa hal antara lain kurangnya perawatan, serangan hama PBK dan penyakit VSD, serta tanaman telah tua.

Sulawesi Barat merupakan salah satu daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia. Luas pertanaman Kakao di Sulawesi Barat pada tahun 2015 mencapai 153.694,32 ha dengan produksi 83.566,48 ton, produktivitasnya baru mencapai 0,55 t.ha (BPS Sulbar, 2016). Pertanaman Kakao tersebar luas disemua kabupaten yang ada di Sulawesi Barat, yaitu Majene seluas 13.184,50 ha Polewali Mandar seluas 49.167,77 ha, Mamasa seluas 15.499ha, Mumuju seluas 41.076,05 ha dan Mamuju Utara seluas 12.801 ha, dan Mamuju Tengah seluas 21.966 ha.

Beberapa permasalahan yang menyebabkan rendahnya produktivitas kakao di Sulawesi Barat antara lain masih tingginya serangan hama penyakit (PBK,VSD), banyak tanaman tua, kesesuaian penggunaan lahan, dan masih rendahnya penerapan teknologi usahatani (Bappeda Sulbar, 2011, Disbun Sulbar, 2012).

Kakao adalah jenis tanaman perkebunan yang sangat populer dengan olahan buahnya. Cokelat adalah olahan yang berasal dari biji kakao. Kakao diduga berasal dari daratan Amerika dan tepatnya di Amerika Selatan. Pohon kakao di alam bebas dapat mencapai ketinggian hingga belasan meter. Namun untuk pohon kakao budidaya ketinggiannya hanya dibuat mencapai 5 meter saja karena untuk memaksimalkan produksi buahnya.

Tanaman kakao tumbuh baik pada dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1200 mdpl. Tanaman kakao membutuhkan curah hujan berkisar 1100-3000 mm/tahun. Suhu ideal tanaman kakao yaitu 30-32 derajat celcius. pH terbaik untuk tanaman kakao berkisar antara 6-7,5.

Budidaya kakao sangat mengharapkan tanah yang kaya akan nutrisi di dalamnya. Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma dan kotoran yang mengganggu. Gunakan tanaman penutup tanah seperti jenis tanaman polong-polongan. Pengolahan tanah budidaya kakao dapat dilakukan dengan cara mekanis.

Tanaman pelindung dalam budidaya kakao sangatlah penting kegunaannya. Kegunaan utama dari pohon pelindung yaitu melindungi tanaman kakao dari paparan sinar matahari langsung. pohon pelindung juga berguna sebagai peredam suhu maksimum pada musim kemarau yang dapat merusak tanaman kakao. Kegunaan lainnya adalah sebagai penahan angina sebab daun muda pada tanaman kakao sangat mudah rontok  apabila angina yang kencang.Pohon pelindung pada tanaman kakao sebaiknya ditanam 1 tahun sebelum tanaman kakao ditanam. Tanaman penaung yang populer digunakan petani kakao  adalah pohon gamal, lamtoro, dan albazia.

Tanaman Kakaodapat diperbanyak secara generatif dan juga vegetatif. Perbanyakan secara generatif dapat dilakukan dengan penyemaian biji kakao. Selain itu perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan stek ataupun okulasi.

Jumlah bibit tanaman kakao yang dibutuhkan sangat tergantung dengan luas lahan dan jarak tanaman yang akan digunakan. Pada jarak tanam 2,5 x 2,5 m membutuhkan bibit sekitar 1600 hingga 1650 batang bibit. Sedangkan untuk jarak tanam 3 x 3 m hanya membutuhkan bibit 1000 hingga 1100 batang.

Sebelum masuk ketahap penanaman sebaiknya pastikan terlebih dahulu bibit yang akan digunakan. Bibit kakao yang sudah siap untuk ditanam ke lahan adalah bibit yang telah berumur 5 bulan. pada umur tersebut bibit sudah mencapai ketinggian 50 cm dengan daun berjumlah 20-35 helai daun. Sedangkan batang sudah berdiameter 8 mm.Selanjutnya setelah semua hal tersebut dipastikan maka hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah membuat ajir tanaman dengan ketinggian 1 m. Pengaturan jarak tanam harus disesuaikan dengan jumlah bibit yang sudah disiapkan.

Pada pemeliharaan tanaman kakao ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain pemangkasan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit.Pemangkasan Tanaman Kakao. Ada tiga tipe pemangkasan pada budidaya kakao yaitu:

Pemangkasan Bentuk: Pemangkasan bentuk pada tanaman buah kakao bertujuan untuk membentuk tajuk tanaman kakao. Budidaya tanaman kakao sangat tergantung pada pertumbuhan cabang lateralnya sehingga pemangkasan cabang sangat bertujuan untuk membentuk cabang-cabang lateral tersebut. Cabang-cabang lateral adalah cabang yang akan memunculkan buah kakao.

Pemangkasan tahap pertama dilakukan dengan cara memangkas bagian pucuk tanaman kakao yang telah berumur 4-6 bulan setelah tanam. pemangkasan pucuk dilakukan pada ujung tunas paling atas hal tersebut dilakukan agar meningkatkan pertumbuhan cabang samping. Setelah itu lakukan pemangkasan tahap kedua setelah tanaman berumur 7-9 bulan. Pemangkasan bentuk tahap kedua dilakukan dengan cara memotong cabang lateral dengan tinggi 50 cm dari dasar tanah. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan cabang lateral tersebut.

Pemangkasan Tunas Air; Pemangkasan tunas air pada pohon muda bertujuan untuk membentuk pohon yang lebih kuat serta mengurangi cabang lateral yang tumbuh berlebihan. Sedangkan pada tanaman tua pemangkasan ini bertujuan untuk memicu pertumbuhan buah karena nutrisi yang seharusnya tersebar kecabang lateral dapat terfokuskan pada pertumbuhan buah saja.

Pemangkasan ini dilakukan setiap 90 hari sekali setelah tanaman dilakukan pemangkasan bentuk. Pemangkasan dilakukan pada cabang dengan ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Selain itu pemangkasan juga dilakukan pada tunas vertical yang tidak tumbuh.

Pemangkasan Sanitasi; Pemangkasan ini bertujuan untuk mengurangi resiko terserang hama dan penyakit. Pemangkasan sanitasi akan memberikan sinar matahari yang masuk pada tanaman lebih banyak dan juga sirkulasi udara lebih teratur. Pemangkasan ini dilakukan setiap 4-5 bulan sekali dengan cara memotong cabang utama yang dianggap mengurangi sirkulasi udara dan menghalangi cahaya matahari. Pemangkasan ini juga bertujuan untuk meregenerasi cabang yang sudah tua dengan cabang yang lebih muda.

Penyiangan harus dilakukan secara teratur agar pertumbuhan hama dan penyakit dapat dicegah sejak dini. Penyiangan sebaiknya dilakukan setiap satu bulan sekali. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan tanaman liar yang tumbuh disekitar wilayah pertanaman, dengan begitu unsur hara dapat maksimal diserap oleh tanaman kakao dan bukan tanaman pengganggu.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal dengan menggunakan pupuk urea TSP dan KCl. Dosis pupuk sendiri ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Pemupukan pertama pada tanaman kakao dilakukan ketika tanaman telah berumur 2 bulan setelah tanam. a). Umur 2 bulan: 15 kg urea, 15 kg TSP, 9 kg KCl; b). Umur 6 bulan: 15 kg urea, 15 kg TSP, 9 kg KCl; c). Umur 10 bulan: 25 kg urea, 25 kg TSP, 13 kg KCl; d). Umur 14 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 15 kg KCl; e). Umur 18 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 45 kg KCl; f) Umur 22 bulan: 30 kg urea, 30 kg TSP, 45 kg KCl; g). Umur 32 bulan: 160 kg urea, 200 kg TSP, 250 kg KCl; h). Umur 36 bulan: 140 kg urea, 250 kg TSP, 250 kg KCl; dan i) Umur 42 bulan: 140 kg urea, 200 kg TSP, 250 kg KCl.

Tanaman kakao adalah salah satu jenis tanaman yang sangat rentan terserang hama dan penyakit. Maka dari itu diperlukan kemampuan dan pengetahuan lebih dalam mengelolanya. Hal yang dapat dilakukan untuk menjaga tanaman kakao agar tidak mudah terserang hama dan penyakit yaitu sanitasi lahan. Tanaman kakao yang terserang penyakit harus dibakar agar tidak menyebar ketanaman yang lainnya. selain itu pengendalian menggunakan pestisida juga penting dilakukan. Untuk hama seperti ulat kilan, ulat jaran, kutu, ngengat buah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida. Sedangkan untuk penyakit yang diakibatkan oleh jamur dapat dikendalikan dengan fungisida.

Panen buah kakao sudah dapat dilakukan ketika buah telah berumur 5-6 bulan setelah bunga muncul. Buah kakao yang sudah dapat dipanen memiliki warna yang kuning. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah langsung dari pohonnya dapat menggunakan pisau atau gunting buah yang tajam dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah pada pohon.

Setelah buah dipanen lakukan pemecahan buah untuk mengeluarkan bijinya. Selanjutnya biji buah dilakukan pengeringan dengan cara dijemur. Penjemuran ketika cuaca cerah dapat memakan waktu selama 2 hari. Setelah biji kakao kering dapat dilakukan sortasi berdasarkan bentuk dan kualitas, setelah itu buah barulah bisa dijual ke pengepul ataupun tengkulak. (Rely)