JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Durian (durio zibethinus) adalah buah asli Asia Tenggara yang unik dan kontroversial, mulai dari tekstur buah, kulit, hingga aromanya. Banyak orang yang menyukai buah ini, namun tidak sedikit juga yang malah menghindarinya akibat aroma buahnya yang bagi sebagian orang bisa membuat mereka merasa mual dan menjijikkan. Bagi penggemar durian, daging buah ini terasa tebal dan lembut. Rasanya pun juga manis dan lezat.

Durian merupakan salah satu komoditi andalan di Sulawesi Barat yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan secara terus menerus. Berdasarkan data BPS tahun 2011 banyaknya tanaman durian yang sudah menghasilkan di Sulawesi Barat adalah 170.173 pohon dengan produksi 28.352,5 ton (BPS Prov. Sulbar, 2012). Saat ini Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, buah durian dapat dijumpai di mana-mana baik di pasar Sentral atau di pasar-pasar tradisional maupun di jalan-jalan poros bahkan di kios-kios terdapat berbagai macam buah salah satunya adalah buah durian.

Ciri khas dari tanaman ini adalah memiliki kulit buah yang keras dan berlekuk-lekuk tajam menyerupai duri. Secara umum ciri-ciri dari pohon buah ini adalah: tinggi mencapai 30 meter dengan garis tengah batang 50 centi meter, memiliki akar bangir yang rendah, kulit batang awalnya halus tapi lama-kelamaan menjadi beralur membujur. Memiliki daun yang lonjong dan bundar, dengan panjang daun sekitar 2 sampai 24 centi meter dan lebar 3,5 hingga 8,5 centi meter (anonim, 2013).

Menurut Setiadi (2003), kriteria buah durian unggul adalah sebagai berikut: a). Buah durian unggul mempunyai penampilan menarik, b). Durinya besar dan berbentuk piramida, c). Bentuk buah elips dan beraturan serta tidak memiliki belimbingan, walaupun ada hanya samar-samar d). Tangkai buahnya relatif pendek, e). Daging buahnya berserat halus, pulen, kering, dan warnanya kuning madu (warna tembaga), tebal dan manis, f). Pohon durian unggul biasanya bertajuk teratur atau indah, seperti piramida atau payung, g). Cabangnya banyak dan tumbuh beraturan, h). Produktivitas pohon tinggi dan tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.

Tidak ada tanaman yang buahnya disuka dan dibenci selain tanaman durian. Bagi sebagian orang, durian adalah merupakan raja segala buah. Baunya harum dan rasanya lezat tiada duanya, membuat ketagihan. Baunya pun dari jarak 5 meter pun sudah membuat mual. Apalagi memakan buahnya! Orang barat pada umumnya tidak menyukai bau durian yang menurut mereka “busuk seperti jamban ”(anonim,2012).

Manfaat dan Kandungan Buah Durian

Namun terlepas dari segala kontroversinya, buah durian menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh, diantaranya adalah : 1). Mencegah dan mengatasi sembelit (Serat 37 persen) Durian kaya akan serat, nutrisi penting yang dapat menyerap air dan memperlancar jalannya makanan menuju sistem pencernaan sehingga membantu kelancaran buang air besar secara teratur. 2). Membantu mencegah anemia (Folat 22 persen) Anemia (penyakit darah, sel darah merah di bawah normal) tidak selalu disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. Kekurangan folat juga dapat menyebabkan salah satu jenis anemia yang disebut anemia pernisiosa. Folat, juga disebut vitamin B9, diperlukan untuk memproduksi sel darah merah. Buah durian itu sendiri adalah salah satu sumber vitamin B9.

3). Meningkatkan kesehatan kulit (Vitamin C 80 persen) Buah durian mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C adalah faktor penting dalam membuat kolagen, protein penting yang ditemukan dalam pembuluh darah, ligamen, tendon, tulang, dan kulit. Vitamin C berperan besar dalam penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit. 4) Membantu menjaga kesehatan tulang (Kalium 30 persen) Durian juga kaya akan kalium. Ketika berbicara tentang kesehatan tulang, kebanyakan orang akan fokus pada kalsium. Namun demikian, kalium juga merupakan nutrisi yang penting untuk tulang, sehingga mengonsumsi buah durian akan memberikan manfaat bagi kesehatan tulang.

5). Mengatur kadar gula darah (Mangan 39 persen) Buah durian dapat membantu mengatur kadar gula darah berkat kandungan mangan di dalamnya. 6). Membantu menjaga fungsi tiroid (Tembaga 25 persen) Durian merupakan sumber yang baik dari tembaga. Saat berbicara tentang kelenjar tiroid, yodium mungkin satu-satunya nutrisi yang sering dikaitkan terhadapnya. Namun, zat tembaga juga berperan dalam metabolisme tiroid, terutama dalam hal produksi dan penyerapan hormon. Kelenjar tiroid berfungsi dalam mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon yang lain, membuat protein, dan mengatur kecepatan tubuh dalam membakar energi. Mengonsumsi buah durian akan bermanfaat dalam menjaga fungsi kelenjar tiroid.

7). Mendorong nafsu makan (Tiamin 61 persen) Buah durian juga kaya dengan tiamin, vitamin B yang berperan dalam mendorong nafsu makan serta membantu memproduksi asam klorida dalam perut untuk membantu pencernaan makanan. 8). Membantu meredakan migrain (Riboflavin 29 persen) Apakah anda sering mengalami migrain? Makan buah durian dapat membantu meringankan rasa sakit akibat migrain. Riboflavin adalah vitamin B yang terkandung dalam durian, yang dapat membantu meringankan rasa sakit kepala akibat migrain.

9). Membantu mencegah Depresi (Vitamin B6 38 persen) Durian mengandung vitamin B6. Kurangnya vitamin B6 dalam tubuh dapat menyebabkan depresi. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien yang mengalami depresi cenderung memiliki vitamin B6 yang rendah. Vitamin B6 adalah nutrisi yang penting dalam memproduksi serotonin, zat kimia neorotransmitter yang mempengaruhi suasana hati. 10). Berperan dalam pembentukan tulang dan gigi (fosfor) Fosfor merupakan salah satu nutrisi yang terkandung di dalam buah durian. Walaupun kalsium adalah nutrisi yang paling terkenal untuk kesehatan tulang, kalsium tidak bisa melakukan proses pembentukan tulang dan gigi tanpa fosfor, (Anonim, 2012).

Itulah beberapa manfaat buah durian bagi kesehatan tubuh jika kita mengkonsumsinya secara moderat dan tidak berlebihan maka akan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh.. Namun sebaliknya jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

Efek Samping

Menurut arief mudjiono (2013), dalam mengkonsumsi buah durian Kita perlu berhati-hati karena dalam buah durian juga ditemukan adanya senyawa alkohol (ethanol, methanol, ethyl metacrylate) dan berbagai senyawa sulphur. Kita sudah tahu dampak buruk alkohol bagi kesehatan, diantaranya dapat meningkatkan tekanan darah. Jadi bagi pengidap hipertensi dan penyakit penyertanya seperti jantung koroner, stroke, atau gangguan ginjal, mengkonsumsi durian berlebih bisa berdampak buruk terhadap penyakit yang dideritanya, sehingga disarankan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsinya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Kandungan lemak dan glukosa dalam durian juga cukup tinggi. Lemak dalam buah sebetulnya merupakan lemak tidak jenuh, non kolesterol. Pada kondisi buah yang sangat matang, glukosa akan berubah menjadi alkohol. Alkohol dan glukosa tinggi inilah yang dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Jadi bagi pengidap penyakit diabetes atau kencing manis juga perlu berhati – hati untuk mengkonsumsi buah durian. kandungan kalori yang tinggi dalam durian menyebabkan bila dikonsumsi berlebihan akan menghasilkan pembakaran yang berlebihan dalam tubuh sehingga menimbulkan manifestasi terasa panas dalam tubuh.

Kandungan durian yang terutama perlu diwaspadai adalah kalorinya. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Bila Anda memakan empat buah durian itu, maka tubuh Anda akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 -3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, Anda harus berhati-hati bila mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya tidak memakan durian, (dr. Salma, 2012).

Namun bagi Anda penggemar durian tidak usah khawatir akan bahaya mengkonsumsi durian asalkan kita dapat mengontrol dan ”membatasi” pola konsumsi sesuai dengan kondisi fisik kita. Disarankan tidak mengkonsumsi durian bersamaan dengan alkohol, tape, kopi, karena dapat berdampak tidak baik terhadap tekanan darah. Sebaliknya banyak minum air putih setelah Anda mengkonsumsi durian. Makan durian memang terasa nikmat, namun jangan sampai kenikmatan tersebut merusak nikmat sehat yang Anda rasakan sekarang.

Tips Memilih Durian yang Bagus dan Lezat

a). Lihat Tangkainya :Durian yang jatuh dari pohon tangkainya bergerigi. jika terlihat rata atau seperti dipotong, ada kemungkinan durian itu dipetik sebelum masak dan disimpan terlebih dahulu. Selain itu, Congkel sedikit kulit tangkainya dengan kuku, kalau kulitnya tebal, maka daging buahnya pun tebal juga. Kalau bagian dalam kulitnya kuning, maka warna daging buahnya pun kuning juga. b). Perhatikan Kulitnya : Jika kulit terlihat berduri jarang dan besar-besar bisa dipastikan durian itu berdaging padat, tapi jika durian berkulit kecil dan durinya berjarak dekat, daging durian pasti lembek. c) Pilihlah Yang Ringan
Durian yang berat biasanya masih mentah, isinya terlalu berair atau bahkan busuk, d). Jangan Lupa Dipukul-pukul : Jika terdengar suara “buk-buk” bergema,itu tandanya durian sudah matang.tapi bila terdengar bunyi “plek-plek”itu tandanya durian belum matang, e). Guncangkan: Jika ada terasa sesuatu yang berguncang di dalam, berarti daging buahnya berjenis kering. Itu tandanya bagus, g). Pilihlah Yang Berjuring Lima: Buah durian memiliki juring (kamar-kamar) yang diisi biji dan daging buah. Juring bisa dilihat dari permukaan kulitnya, berupa garis dari bagian atas sampai bagian bawah. Durian yang ideal memiliki lima juring karena daging buah biasanya lebih banyak ketimbang durian yang memiliki 6 juring atau lebih, h). Ambil Yang Bulat: Bentuk bulat menandakan daging buahnya besar dan banyak.durian lonjong atau tidak bulat biasanya hanya memliki daging buah sedikit, i)Cium Baunya:Saat memilih durian, dekatkan hidung dan cium baunya, jika baunya kuat, kemungkinan besar buahnya manis dan matang. Tapi jika sudah tidak bau lagi, kemungkinan buahnya sudah masuk angin yang membuat rasanya jadi hambar. (Rely)