JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kalukku,26/04/2019- Fermentasi pakan adalah proses amoniasi, atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut dengan peragian atau pemeranan. Manfaat dari dilakukannya fermentasi pakan yang antara lain  Pakan dapat disimpan dan digunakan sesuai kebutuhan, meningkatkan nilai gizi pakan berkualitas rendah atau sedang, mereduksi kandungan bahan anti nutrisi yang terdapat secara alami dalam komponen bahan pakan (Silica, Tannin, lignin, As.Oksalat, dll), meningkatkan nafsu makan sehingga mempercepat pertumbuhan ternak, daging hewan terutama kambing rendah kolesterol dan tidak “prengus”, kotoran hewan tidak menimbulkan bau/amoniak.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat bekerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju menyelenggarakan  Pelatihan Pengolahan Pakan Ternak dengan cara fermentasi jerami padi kepada anggota kelompok tani  Kec.Kalukku Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang dimaksudkan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada para peternak tentang cara pengolahan pakan melalui proses fermentasi. Bertindak sebagai praktisi adalah Abduh Qadratullah, S.Pt.,M.Si dan Tim BPTP Sulbar Hesti Rahasia, S.Pt.,M.Si dan Rahmi, SP.

Bahan dasar yang digunakan dalam fermentasi jerami :

  • Jerami Padi (segar atau kering) 1 ton (1000 kg)
  • Dedak halus 6 kg (atau bahan pati sejenis/RAC)
  • ½ liter Effective Microorganisme-4 (EM-4)
  • ½ liter gula/molasses atau bahan lain yg sejenis
  • 100 liter Air bersih (jangan yang ber-kaporit)
  • 6 Kg Urea
  • Bahan organik lain yang sejenis bisa ditambahkan

Prasyarat dekomposer yang dapat digunakan dalam fermentasi pakan :

  • Terbuat dari bahan organik
  • Tidak mengandung komponen berbahaya
  • Ramah lingkungan
  • Mudah dalam pengaplikasian
  • Harga terjangkau dan mudah diperoleh

Nilai plus amoniasi/fermentasi jerami :

  1. Dapat meningkatkan kandungan Protein Kasar jerami menjadi 200-300 %
  2. Menaikkan daya cerna jerami menjadi 60-62 %
  3. Menaikkan konsumsi rata-rata menjadi 31-43 % (Palatable)

Cara membuat amoniasi jerami

  1. EM 4 500 cc (1/2 liter) dilarutkan dalam 100 lt air sumur + gula/molases ½ liter, kemudian diperam selama 24 jam (tertutup rapat)
  2. Jerami padi secukupnya di tabur dalam lapisan tipis setebal ± 30 cm, lalu disiramkan/diperciki larutan EM4 yg sudah diperam
  3. Taburkan dedak + urea selapis demi selapis
  4. Masukkan kembali jerami padi (lapisan ke-2) dan ulangi cara di atas tahap demi tahap, dan seterusnya sampai seluruh bahan habis.
  5. Pastikan kadar air bahan 60% (tangan basah saat bahan digenggam, tetapi tidak sampai meneteskan air saat diangkat/ dipindahkan).
  6. Sungkup/tutup seluruh bahan dengan plastik terpal dan pastikan kedap udara dan air.
  7. Amoniasi jerami diperam selama 21 hari, setelah itu di bongkar dan di angin-anginkan.
  8. Amoniasi jerami yang sudah jadi dapat disimpan sebagai cadangan pakan selama 1 tahun.

Diharapkan setelah pelatihan ini para peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa kelompok tani ternak dapat lebih memahami lagi akan pentingnya pengolahan fermentasi ini yang biasanya dilakukan untuk pakan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing).

Pengolahan metode fermentasi tersebut akan memberikan kemudahan para peternak dalam menyediakan pakan ternak antara lain mereka dapat mencari rumput secara berkala, kandang tidak berbau, asupan gizi ternak terpenuhi dan bahan yang dipakai dapat menggunakan jerami, sampah organik dan dedaunan di sekitar sehingga secara ekonomis mereka dapat mengurangi biaya pakan dan dapat meningkatkan produktifitas ternak mereka, serta dengan mengunakan pengolahan pakan fermentasi, peternak selain lebih banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk aktifitas lainnya juga bisa  mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.(hesti/yen)