JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berbagai Penelitian mengungkapkan seluruh bagian kayu manis beserta ekstraknya sangat baik untuk menurunkan glukosa darah dan mengurangi risko diabetes tipe 2. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Richard Anderson pada 2011. Bersama kolega, Richard menguji efek kayu manis terhadap kadar gula darah yang melibatkan 60 penderita diabetes tipe 2. 

Sampel terdiri dari 30 wanita dan 30 pria dengan usia rata-rata 50 tahun ke atas. Secara acak mereka dibagi menjadi enam kelompok. Berturut-turut, kelompok pertama hingga ketiga mengonsumsi 1 gram, 3 gram, dan 6 gram kayu manis per hari. Sedangkan kelompok keempat, kelima dan keenam mengonsumsi kapsul plasebo dengan jumlah yang sama dengan konsumsi kayu manis pada tiga kelompok lain.

Setelah diteliti selama 40 hari, setiap kelompok yang mengonsumsi kayu manis kadar gulanya menurun sekitar 18-29%. Arinya, konsumsi kayu manis sebanyak 1, 3, 6 gram perhari mampu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe . Kayu manis juga bisa menurunkan risiko timbulnya komplikasi diabetes yang berhubungan dengan darah tinggi, jantung, dan penyakit kronis lain.

Sebelumnya, para peneliti dari US Agricultural Research Services Nutrition Laboratories menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa meremajakan kemampuan tubuh agar lebih sponsif terhadap insulin. Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer  yang terdapat di dalam kayu manis.

Pada 20 tahun sebelumnya, tim peneliti lain mengungkapkan kayu manis dapat menyerupai insulin sekaligus menggerakkan reseptor yang menurunkan kadar gula. Pada 2007, studi serupa juga dilakukan tim peneliti kepada para wanita penderita sindrom ovarium polikstik. Mereka diminta mengonsumsi kayu manis setiap hari selama delapan minggu. Hasilnya, terjadi penurunan resistensi insulin secara signifikan.

Sebagaimana diketahui, para penderita kencing manis mengalami gangguan pada tumbuh sehingga tidak bisa memproduksi insulin secara memadai. Gangguan juga bisa disebabkan oleh berkurangnya sensivitas tubuh terhadap insulin sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel-sel untuk kemudian diubah menjadi energi.

Menurt pakar dan dokter ahli naturopati, dr Amarullah Hasanuddin Siregar, rempah-rempah beraroma manis seperti kayu manis dapat bekerja terhadap pankreas sebagai organ tubuh yang memproduksi insulin. Hormon insulin ini berperan memasukkan gula darah ke dalam sel-sel tubuh. Dengan insulin, gula dalam darah diolah menjadi energi sehingga tidak mengendap dalam sel-sel darah.

Amarullah mengatakan kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. Kayu manis mengandung senyawa kimia PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin. Senyawa PTP1B juga bekerja di sel alfa untuk membantu hati menghasilkan glikogen (cadangan energi). Sel ini mengubah gula menjadi glikogen.

Berbeda dengan obat-obat diabetes yang langsung menurunkan gula darah, kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. "Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya adalah pankreas harus diperbaiki," jelas Amarullah.

Kendati berkhasiat menurunkan kadar gula darah, namun alangkah baiknya konsumsi kayu manis diiringi dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain dengan berolahraga rutin, menghindari stres, cek darah berkala, dan mengonsumsi makanan yang sehat bergizi serta mengurangi gula, minuman bersoda, berkafein tinggi, alkohol, dan makanan berlemak.

 

Sumber: Majalah Sains Indonesia (FSR)