JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Riset membuktikan, umbi dan daun singkong mengandung kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, dan zat besi. Bagian dagingnya juga kaya vitamin B dan C. Sedangkan pada daunnya, terdapat kandungan vitamin A, B1 dan C.

Secara farmakologis, singkong berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan penambah nafsu makan. Umumnya, bagian yang dimanfaatkan adalah daun dan umbinya. Tapi kulit batangnya juga bisa dipakai karena mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat. Intinya, semua bagian berguna untuk pengobatan tradisional.

Hal itu diungkapkan herbalis, Ning Harmanto. Singkong juga terbukti mampu mengatasi sejumlah masalah kesehatan, seperti rematik, demam, diare, beri-beri, dan luka melepuh. "Selama ini singkong umumnya dikonsumsi sebagai makanan. Beberapa daerah bahkan menjadikannya sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Tetapi di Iuar itu, singkong memiliki khasiat menyembuhkan rematik", ujar Ning.

Untuk mengurangi rasa sakit pada rematik, singkong digunakan baik sebagai obat dalam maupun luar. Cara pemanfaatannya pun relatif mudah. Untuk pemakaian luar, siapkan 5 lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya. Ketiga bahan tersebut dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Ramuan lalu dicampur dan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.

Sementara untuk obat dalam, bagian singkong yang digunakan adalah dagingnya. Pertama, siapkan 2 umbi singkong besar, 1 batang sereh, dan 15 gram jahe. Kedua, seluruh bahan tersebut kemudian direbus dengan 5 gelas air, rebus hingga air tersisa 2 gelas. Terakhir, ramuan disaring dan didiamkan hingga dingin. Air rebusan lalu diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Rematik umumnya menyerang persendian. Penyakit ini juga bisa menyebabkan rasa sakit pada otot dan urat. Salah satu penyebab gangguan kesehatan ini karena masalah kekebalan tubuh yang berbalik menyerang jaringan sendi. Tulang rawan di persendian kemudian menipis dan membentuk tulang baru. Akibatnya, ketika tubuh penderita rematik digerakkan, tulang- tulang di persendian akan bersinggungan dan memicu rasa nyeri, hingga bengkak.

 

Source: Sains Indonesia Magazine