JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Mamasa,20/05/2019-Anggrek merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Orchidaceae, yang memiliki bentuk dan warna bunga yang khas dan unik. Kekhasan dan keunikan dari bentuk dan bunga anggrek inilah yang membuat anggrek menjadi salah satu tumbuhan bunga populer yang banyak terdapat di Indonesia. Keragaman anggrek alam setiap wilayah di Indonesia tergolong spesifik, termasuk di Pulau Sulawesi, dan salah satunya di Kabupaten Mamasa.  Kabupaten Mamasa terletak di wilayah pegunungan Provinsi Sulawesi Barat dengan keadaan alam yang sangat indah dan sejuk yang menyimpan sejuta potensi Sumber Daya Genetik yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Salah satu potensi terpendam yang dimiliki oleh Kabupaten Mamasa   adalah keberadaan anggrek species khas Mamasa yang sangat indah dengan berbagai jenis.  Salah satu pemuda Kabupaten Mamasa, Bapak Andarias, pada awalnya menemukan anggrek di hutan Mamasa dan secara tidak mengaja menfosting dalam sebuah youtube, dan banyak komentar yang menanyakan keberadaan anggrek tersebut. Beliau mulai tertarik dan mengajak rekan-rekan  pemuda untuk mencari anggrek di hutan Mamasa. Awalnya ketika beliau membawa tanaman anggrek sebagian masyarakat awam menertawakan dengan anggapan membawa dan mengumpulkan rumput. Namun seiring dengan waktu ketika sudah mulai dikenal dari wilayah luar Mamasa, mereka sudah mulai ada permintaan pesanan. Bapak Andarias  merupakan penggagas komunitas pencinta anggrek di desa Tondok Bakaru yang diberi nama MAMASA ORCHID. Komunitas ini dibentuk pada awal Desember 2016 dan sudah beranggotakan kurang lebih 50 anggota. 

Di komunitas itulah berkumpul sejumlah pemuda yang bergelut pada tanaman anggrek yang asalnya dari hutan Mamasa. Hingga kini Bapak Andarias telah mengoleksi tanaman Anggrek kurang lebih 400 jenis dan sebagian sudah dipasarkan secara online ke beberapa daerah. Menurutnya di hutan Mamasa masih banyak jenis lain yang cukup potensi yang belum tergali. Mamasa Orchid juga sudah dikunjungi oleh pecinta anggrek dari luar, termasuk dari Bandung, Yogyajarta, LIPI, bahkan dari luar Indonesia.

Dari hasil survey dan wawancara singkat yang dilakukan oleh Tim Survey BPTP Sulbar dengan Bapak Andarias, terdapat beberapa anggrek endemik spesies baru yang tidak ditemukan di daerah lainnya. Diantaranya yang sudah dikarakterisasi oleh tim BPTP Sulbar adalah Bulbophyllum inunthum, Bulbophyllum x (Tondok Bakaru), Bulbophyllum rugossum, dan Trichotosia sp. Keempat spesies tersebut memiliki tipe pertumbuhan simpodial dengan tipe perakaran akar lekat.

Anggrek ini sangat cantik, bahkan lebih dari sekedar cantik. Warnanya yang beragam mulai dari coklat bintik kuning menyerupai kobra dan kuning bintik coklat. Bulbophyllum adalah genus anggrek kebanyakan epifit dan lithophytic dalam keluarga Orchidaceae. Ini adalah genus terbesar dalam keluarga anggrek dan salah satu genus terbesar tanaman berbunga dengan lebih dari 2.000 spesies, melebihi jumlah hanya oleh Astragalus.

Dalam mimpi besar Pemuda Tondok Bakaru, Bapak Andarias, suatu saat di Mamasa dikenal juga " Mamasa Orchid" sebagai salah satu taman anggrek, sama halnya di beberapa tempat lain di dunia seperti Taman Anggrek Nasional di Singapura. Pemuda ini berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan provinsi dalam pengelolaan salah satu sumber daya genetik yang potensial dan belum terkelola.

Cikal bakal Mamasa Orchid memerlukan perbaikan infra struktur sarana dan prasarana dalam upaya menarik wisatawan lokal dan luar. Informasi yang disampaikan bahwa setiap hari sudah banyak yang kunjungi untuk selfie dan juga membeli langsung untuk dibawa. Ketika kita memasuki Desa Tondok Bakaru sudah ada tertulis "desa anggrek" Tondok Bakaru. (rely/marthen)