JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Polman, 27/05/2019-Salah satu Kegiatan Pengembangan Teknologi Inovatif Litbang Pertanian yaitu melalui produksi benih sumber VUB padi di Sulawesi Barat yang bertempat di Desa Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman. Pada Kegiatan  ini,  benih/bibit merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan terhadap produksi, karena selain menjadi salah satu faktor penentu yang harus disiapkan sebagai bahan yang akan menghasilkan, juga dalam penyediaannya tidak dapat dipandang mudah walaupun aspek lain dalam budidaya mendukung, tanpa didukung oleh penyediaan bibit yang baik maka sulit dicapai hasil yang optimum.

Tim UPBS  BPTP Sulawesi Barat bersama Tim Puslitbang Tanaman Pangan melakukan pendampingan persiapan lahan persemaian dan penyemaian benih di lokasi perbanyakan benih sumber (21 s/d 23 Mei 2019). Hal tersebut merupakan langkah awal dalam budidaya tanaman padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya untuk pertanaman produksi benih, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemaian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.

Olah lahan persemaian padi dengan cara dibajak dan digaru 2-3 kali sampai tanah dalam kondisi melumpur/macak-macak sedalam kira-kira 20 cm.

Setelah tanah diolah, dibuatlah bedengan setinggi ±10 cm dengan lebar bedengan 100-120 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan, kemudian diantara bedengan dibuat saluran drainase.
Peragaan perlakuan untuk mematahkan dormansi benih, meningkatkan vigor (daya tumbuh) dan vibilitas benih  dilakukan melalui pencampuran Agrimeth. Cara perlakuannya adalah benih padi terlebih dahulu direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan dan campur dengan Agrimeth (50 gr Agrimeth/5 kg benih) selanjutnya ditiris anginkan selama 24 jam sebelum hambur.

Agrimeth adalah pupuk hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas  baik tanaman pangan (padi/kedelai) maupun hortikultura (cabai/sayuran). Manfaat: adalah Menghemat biaya produksi,  Meningkatkan produktivitas tanaman sebesar  20-50%, Memperbaiki dan meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah,  Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan mikroba pathogen, Menjamin kesuburan tanah pertanian tetap terjaga dan  Aman digunakan dan bersahabat dengan lingkungan.

Untuk mengendalikan serangan hama lalat bibit maupun serangga lainnya juga dilakukan dengan pencampuran insektisida berbahan aktif karbosulfan  dengan dosis 50 gram/10 kg benih.(rely)